| Red-Joss.com | Kisah dua perempuan hebat, bernama Martha dan Maria menghiasi bincang kita.
Sosok Martha dan Maria, kakak beradik dari suburbia Betania, area berkembang seperti BSD di Tangerang atau Way Halim di Bandar Lampung, seringkali ditampilkan berbeda. Martha lebih sosial dan Maria lebih rohani. Tapi keduanya, dengan cara berbeda, menunjukkan sosok perempuan hebat di zamannya. Betapa tidak!
Pada waktu itu, Martha menerima Tuhan Yesus dan para murid-Nya singgah di rumahnya. Mungkin, Martha termasuk salah seorang perempuan pemberani. Sebab, orang-orang Farisi dan ahli Taurat menolak ajaran dan kehadiran-Nya. Namun Martha menerima Tuhan Yesus mengajar orang banyak di rumahnya. Ia dengan penuh sukacita melayani Tuhan Yesus yang sudah berkenan masuk ke dalam rumahnya. Luar biasa!
Saya pribadi melihat dua kakak beradik ini seperti sekeping mata uang. Beda sisi, tapi satu substansi, yang melukiskan ekspresi iman yang kaya dalam Gereja. Ada yang lebih kontemplatif dan ada yang lebih aktif karitatif.
Konsep melayani yang kita pedomani pada hari-hari belakangan ini mungkin perlu kita teropong lagi, apakah bersumber pada cinta dan kekaguman pada sosok Sang Guru atau ada motif lain yang membuat kita jadi buram dalam memahami dan mewujudkan pesan itu yang ingin disampaikan oleh Lukas. Kita bebas memilih, mau jadi seperti Martha atau Maria. Yang benting motifnya.
Tanpa mau berprasangka buruk, ada saja orang yang memakai modus melayani untuk mendapatkan sesuatu dari apa yang ia lakukan. Lukas 10: 38 – 42 perlu kita pegang sebagai tali kendali pribadi dari arus tak teratur, selama kita melayani.
Salam sehat dan jangan bosan berbagi cahaya.
…
Jlitheng

