“Dengan kasih dan pengorbanan, kita menghidupi komitmen pernikahan suci. Karena Tuhan setia.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Komitmen itu tanpa alasan dan prasangka. Tapi menjalani dengan tanggung jawab dan sepenuh hati, karena kita meneladani Tuhan Yesus.
Hidup ini harus mempunyai visi misi yang jelas dan pasti. Hidup ini untuk menuju arah yang makin baik dan bahagia.
Hidup pernikahan yang bahagia itu sederhana, asal kita tidak ribut dengan pasangan. Sehingga jadi ribet dan suloyo.
Resep pernikahan yang bahagia itu adalah membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga yang dilandasi kasih. Untuk saling mengingatkan, menguatkan, meneguhkan, dan mendoakan satu dengan yang lain.
Ketika kita diingatkan. Karena alpa dan asyik hingga terlena dengan kesenangan sendiri, ya, kita tidak harus emosi dan ribut dengan pasangan. Tapi kita dituntut untuk berefleksi agar sadar diri dan memahami akan tanggung jawab kita, demi masa depan keluarga.
Ketika dikuatkan agar kita berani menghadapi kenyataan pahit untuk bangkit lagi. Dengan bersinergi, kita bersatu padu agar makin teguh untuk berbenah, perbaiki diri, dan menapaki jalan hidup berkeluarga yang makin baik.
Dengan saling mendoakan, kita kian dikuatkan dan diteguhkan untuk mengandalkan Tuhan.
Sesungguhnya, “Menikahi orang yang dicintai itu biasa. Tapi mencintai orang yang telah dinikahi itu luar biasa!”
Tetaplah setia. Karena yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia (Matius 19: 6).
…
Mas Redjo

