Bagian 87
| Red-Joss.com | Kesepian adalah pengalaman umum manusia yang dapat jadi tantangan untuk dihadapi. Dalam ajaran Gereja Katolik, ada beberapa cara untuk mengatasi kesepian itu. Salah satu cara untuk mengatasi kesepian adalah melalui doa dan memperdalam hubungan dengan Tuhan.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, bahwa doa adalah bagian penting dari kehidupan Kristen dan dapat memberikan kenyamanan serta penghiburan pada saat kesepian. Paragraf 2560 menyatakan, “Jika kamu mengetahui karunia Allah.” Keajaiban doa itu terungkap di samping sumur tempat kita mencari air: di sana, Kristus datang menemui setiap manusia. Dialah yang pertama kali mencari kita dan meminta minum kepada kita. Yesus haus; permintaan-Nya muncul dari kedalaman kerinduan Allah bagi kita. Disadari atau tidak, doa adalah pertemuan kehausan Allah dengan kehausan kita. Allah haus agar kita juga haus akan Dia.
Cara lain untuk memerangi kesepian adalah melalui partisipasi dalam kehidupan komunitas Gereja. Katekismus menekankan pentingnya Gereja sebagai sebuah komunitas orang-orang percaya yang saling mendukung dan peduli satu sama lain. Paragraf 2179 menyatakan, “Paroki adalah sebuah komunitas umat Kristiani yang didirikan atas dasar yang stabil di dalam sebuah gereja. Pelayanan pastoral Paroki dipercayakan kepada seorang Pastor sebagai gembalanya di bawah otoritas Uskup keuskupan.” Dengan terlibat secara aktif dalam komunitas Gereja, setiap orang dapat menemukan persahabatan, dukungan, dan rasa memiliki yang dapat membantu meringankan perasaan kesepian.
Selain itu, mencari bimbingan rohani dari seorang Imam atau pembimbing rohani dapat bermanfaat dalam mengatasi perasaan kesepian. Katekismus mendorong umat beriman untuk mencari nasihat dan bimbingan dari mereka yang terlatih dalam kehidupan rohani. Paragraf 2690 menyatakan, “Roh Kudus memberikan kepada orang-orang beriman karunia kebijaksanaan, iman, dan demi kebaikan bersama. Mereka harus membagikannya kepada setiap orang sesuai dengan keadaan dan panggilannya.”
Dengan mencari seorang pembimbing rohani, setiap orang dapat menerima bimbingan dan dukungan dalam menavigasi perasaan kesepian mereka dari sudut pandang spiritual.
Singkatnya, Gereja Katolik menawarkan berbagai sumber daya dan ajaran untuk membantu individu menghadapi kesepian, termasuk doa, partisipasi dalam komunitas Gereja, dan mencari bimbingan rohani. Dengan berpaling kepada Tuhan dan komunitas orang beriman, individu dapat menemukan kenyamanan dan persahabatan di saat kesepian.
Rm. Petrus Santoso SCJ

