| Red-Joss.com | Ketika bosan berbisnis dan malas bermedsos-ceria, tiba-tiba saya ingin istirahat di rumah. Saya mau mencoba: berpuasa sehari tanpa gadget, tapi diisi dengan laku spiritual dan berdoa!
Keinginan itu muncul bagai meteor yang membuat saya terusik dan tertarik untuk mencoba. Saya ingat hidup para pertapa di biara trapis yang di antaranya diisi dengan meditasi, mati raga, dan berdoa untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Sehari tanpa gadget itu tampak ringan, tapi sulit bagi mereka yang aktif menggunakan alat itu untuk bisnis atau yang sudah kecanduan. Apalagi ketergantungan saya dalam bekerja, menggunakan alat itu hampir 12 jam perhari.
Untuk merealisasikan niat itu saya meminta istri mewakili saya di toko. Gadget itu dimatikan dan saya pindahkan jauh dari jangkuan.
Meski terbiasa bekerja dengan gadget, ternyata saya dapat menahan diri tidak menggunakan ‘benda sakti’ itu. Sekaligus saya mau membuktikan pada teman, bahwa saya tidak kecanduan gadget dan bersosmed-ceria.
Buktinya, sejak saya memutuskan diam di rumah untuk mendekatkan diri pada Tuhan, pikiran saya fokus untuk berdoa, membaca KS dan merenungkannya, sekaligus untuk mengecilkan ego ini.
Sikap saya pada anggota keluarga juga berubah. Sehari itu saya makin sabar, lembut, dan penuh perhatian pada mereka.
Kuncinya adalah sadar diri dan tekad yang kuat. Tidak seharusnya kita dikuasai gadget itu, apalagi hingga mentuhankannya. Tapi kita harus komitmen untuk pegang kendali dan bijak menggunakannya.
Hikmat sehari tanpa gadget adalah hati saya jadi tenang, nyaman, dan damai.
Anugerah lainnya adalah, sejak itu saya selalu menyediakan waktu hening untuk berintimasi dengan Tuhan. Hubungan saya dengan anggota keluarga pun makin akrab dan berlimpah sukacita.
Mohon penyertaan dan bimbingan Roh Kudus, ketika kita memberikan yang terbaik dari hidup ini, mukjizat itu jadi nyata.
…
Mas Redjo

