Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Dunia adalah sebuah panggung sandiwara yang sibuk menawarkan aneka ide dan gagasan.”
(Didaktika Hidup Sadar)
…
Hidup adalah Pilihan
“Hidup ini adalah sebuah pilihan bebas,” demikian sebuah statemen hidup. Lewat statemen ini pula, sebetulnya kita sedang berada dan berhadapan dengan aneka tawaran hidup.
Hidup adalah Sebuah Fakta
Hidup dan kehidupan riil ini merupakan sebuah fakta. Karena hidup ini bukanlah sebuah kilatan cahaya berupa bayangan fatamorgana atau imajinasi serta segaris halusinasi belaka.
Ilustrasi Imajinatif Kesaksian Napi
Tampak di sebuah kamar sempit berjeruji, seorang wartawan asyik mewawancarai seorang napi muda yang diborgol kedua tangannya.
“Mengapa Anda sangat nekad dan tanpa berpikir panjang mau melakukan perbuatan itu?”
“Saya memang sudah khilaf. Yang ada dalam telinga dan kesadaran saya, bahwa tawaran itu dapat saya lakukan. Itu saja.”
“Apakah Anda sudah mempertimbangkan dan memikirkan risiko serta untung ruginya?”
“Ada, tapi saya sudah sangat yakin dan metutup mata serta berani memilih tawaran menggiurkan itu. Kapan lagi saya akan menerima bayaran sebesar itu?”
Kini, tampak wajah kuli tinta itu tercenung dan terdiam seketika.
Sesaat kemudian, samar-samar terucap dari bibir Napi: “Itulah nasib saya, Pak.”
“Ya, itulah risiko nyata atas pilihan dari sebuah tawaran,” sambung kuli tinta itu.
(Dialog Imajinatif)
Ternyata hidup ini benar-benar bukan sekadar adegan sandiwara. Melainkan sebuah realitas yang tak jarang, justru sangat menantang dan mencengangkan.
Khilaf Mata
Berdadarkan nalar dan kesadaran seorang manusia, bagaimana mungkin seorang anak manusia yang masih muda dengan enteng dan sangat gampang menjatuhkan sebuah pilihan yang akan berdampak besar serta berat baginya?
Ya, itulah sebuah fakta hidup. Itu pula sebuah realitas yang menantang yang kini senantiasa membayangi langkah hidup manusia.
Refleksi Kesadaran
Sebuah pertanyaan kritis menantang saya ajukan kepada Anda. “Mengapa kita sangat sering dan mudah jatuh ke dalam sebuah pilihan hidup yang berdampak menyengsarakan?”
Tawaran Menggiurkan
Ternyata hidup kita ini, toh tidak sekadar bagaikan membalikkan telapak tangan, bukan?
Sudah sangat sering terjadi di kala kita menjatuhkan sebuah pilihan, ternyata kita sangat gampang terjebak dalam sebuah pilihan yang sekadar memuaskan dahaga sesaat.
Aneka tawaran hidup itu berseliwerang di sekeliling kita. Apalagi menghadapi tawaran dunia yang serba instanโฆ
Dunia Iblis Terbesar (Duit)
Duit, ‘dunia iblis terbesar’ sudah sangat sering menggoda nurani suci kita untuk mudah jatuh terjerembab di dalam aneka tawaran murahan.
“Bukankah akar dari segala kejahatan adalah cinta uang?โ
(Rasul Paulus)
…
Kediri,ย 2ย Oktoberย 2024

