Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Guru Agung
“Si dia yang berpribadi sungguh agung. Bersikap dan bertindak agung. Bertutur dan berbuat sejalan seirama.”
(Pada Sepotong Catatan)
…
Sebuah Idealisme
Sungguh, betapa berbahagia para murid yang memiliki seorang Guru paling ideal. Guru yang berpredikat agung dan mulia. Sang Guru yang memiliki kecerdasan emosional.
Sepenggal Pengalaman
Berikut ini saya tampilkan sepenggal pengalaman saya saat jadi Guru di kota Malang, Jatim.
Pagi itu, ketigaratusan murid berbaris rapi di halaman sekolah. Mereka berkesempatan untuk berpamitan dengan seorang Guru yang akan purna tugas alias pensiun.
Ketua OSIS berbicara mewakili para siswa untuk menyampaikan kesan-kesan selama bersama Guru itu.
“Saya berbicara atas nama para siswa dan kesaksian saya ini adalah saripati dari pengalaman para siswa selama ini.”
Saripati Isi Hati Siswa
“Kami sungguh merasa, beliau ini sangat berempati, rendah hati, selalu setia bersama dan berbagi dengan kami, juga hormat kepada kami.”
Itulah sepenggal kesaksian para siswa lewat sambutan Ketua OSIS.
Guru Ideal Guru Favorit
Para siswa di seluruh jagad ini, tentu sangat memimpikan memiliki Guru yang berhati mulia. Dunia mengenalnya sebagai seorang Guru favorit alias Guru idola.
Lima buah syarat utama seorang Guru dinyatakan sebagai Guru ideal bagi para siswa.
- Guru yang gemar berempati.
Dalam setiap aksinya, Guru ini selalu menampakkan sikap empatinya dan tidak sekadar demi sebuah solusi serta basa-basi semu. - Guru yang berintegritas.
Dalam aksinya Guru ini selalu bersikap konsisten, baik dalam tuturan dan tindakannya. Hal ini berdampak, bahwa para siswa sangat hormat dan percaya kepadanya. - Guru yang tidak bersikap egois.
Dalam aksinya Guru ini sangat fokus pada aspek keberhasilan para siswanya.
Dia berkomitmen teguh, bahwa seluruh aksinya melulu demi kebahagiaan para siswa.
- Guru yang tahu berterima kasih.
Dalam seluruh aksinya, Guru ini sangat antusias dalam mengapresiasi setiap tindakan para siswanya.
Dampak yang dapat dirasakan secara langsung, bahwa para siswa merasa sangat nyaman berada bersamanya.
- Guru yang berani mengakui kesalahannya.
Sering masyarakat kita mengasosiasikan, bahwa Guru yang cenderung untuk meminta maaf kepada para siswa sebagai ciri Guru yang pengecut serta bertabiat lemah. Sungguh keliru pandangan demikian. Justru inilah ciri utama Guru yang berpribadi mulia dan rendah hati.
(Dari berbagai Sumber)
Guru Cerdas Emosi
Setelah mencermati analisis dari kelima ciri utama Guru ideal itu, saya menyimpulkan, bahwa sejatinya, seorang Guru ideal adalah Guru yang memiliki kecerdasan secara emosional (EQ).
Karena tanpa kecerdasan emosi, hampir mustahil seorang Guru akan menampilkan sikap-sikap seprima ini.
Tugas Mulia Orangtua
Mengakhiri tulisan ini, saya menghimbau, bahwa alangkah baiknya, jika kita selaku orangtua dan pendidik utama serta pertama, agar rela membantu anak-anak dengan membudayakan sikap simpati, empati, dan belarasa di dalam hati putra-putri kita.
Bukankah hati adalah pusat kesadaran tertinggi di dalam diri seorang manusia?
…
Kediri,ย 1ย Oktoberย 2024

