Ketika ditanya oleh seorang mahasiswa, “Bahagiakah Bapak sebagai dosen?”
“Bahagia,” jawabku tegas.
Semua orang, siapa pun dia, apa pun pekerjaannya, bagaimanapun rupanya, miskin atau kaya, dikenal atau tidak, semuanya bisa bahagia. Akan tetapi, ketika seseorang mencari-carinya justru tidak menemukannya.
Seperti yang dikatakan oleh Socrates, kebahagiaan adalah sesuatu yang dicari-cari oleh banyak orang, tapi tidak pernah diketemukan.
Sejatinya, kebahagiaan itu tidak perlu dicari, karena bahagia itu ada dalam setiap langkah kita. Bahagia adalah untuk diri sendiri, sehingga tidak membutuhkan pengakuan orang lain.
Kunci bahagia adalah tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, nyaman dengan apa yang dimiliki, menerima apa pun kondisi yang dihadapi, dan tidak terlalu peduli dengan omongan orang.
Bahagiakah sebagai seksi koor? Bahagiakah sebagai aktivis EJ? Bahagiakah sebagai DPP, Korwil, Kaling? Bahagiakah sebagai SKK, SKKS? Jika bahagia, maka tidak butuh pengakuan dari pihak lain. Tidak butuh penghargaan juga. Karena tidak akan terganggu, apakah disebut otentik ataukah kosmetik, itukan anggapan orang lain. Iya toh?
Salam sehat.
…
Jlitheng

