Fr. M. Christoforus, BHK
“Wakil rakyat seharusnya merakyat.
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat.
Wakil rakyat bukan paduan suara.
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju.”
(Iwan Fals)
…
Rutinitas Lima Tahunan
Kini kembali tiba sebuah rutinitas musiman lima tahunan, pemilihan para wakil rakyat dan pemilihan para pemimpin rakyat.
Vox Populi Vox Dei
Tulisan ini diturunkan, karena saya terinspirasi oleh adagium agung, “Vox Populi Vox Dei,” cetusan Willianm dari Malmesbury di abad XII. Gagasan ini juga diucapkan oleh Alcunius dalam suratnya kepada Raja Carolus IX.
Antara: โVox Populi Vox Deiโ dan โVox Regis Vox Deiโ
Alcunius mengkritik keras hal absolutisme dari Raja Carolus IX, karena ia memegang kekuasaan secara mutlak. Hal ini berarti, bahwa apa yang dikehendaki Raja, wajib diikuti oleh rakyat. Jadi, dalam konteks ini kehendak Raja sama dengan kehendak Tuhan? (vox regi vox dei).
Namun Alcunius menentangnya dan berpendapat, bahwa yang benar adalah suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox dei). Karena baginya, suara rakyat itulah suara Tuhan dan bukan suara Raja. Intinya, bahwa kebenaran suara rakyat itu tidak mungkin keliru, karena telah melalui suatu proses diskursus panjang dan mendalam. Maka, bukankah bahasa rakyat itu memang bernilai sakral? (sacra populi lingua est).
Dalam konteks ini, para wakil rakyat mutlak memperjuangkan nasib rakyat yang mereka wakilkan itu. Lewat kebijakan mereka, maka hukum dan keadilan bagi rakyat wajib ditegakkan oleh para wakilnya.
Untuk itu, para wakil rakyat perlu bekerja secara tulus maksimal dan efektif bagi rakyatnya.
Antara Idealisme dan Fakta
Kini realitas itu ibarat jauh panggang dari api. Mengapa?
Rakyat kita hanya ibarat mainan penghibur duka sesaat. Di saaat menjelang dan pada proses pemilihan itu, rakyat diperlakukan bak Raja.
Rakyat rajin dikunjungi, dihormati, bahkan diguyur aneka janji manis yang menggiurkan.
Ketika mereka telah dipilih dan duduk manis di kursi empuk, seketika itu rakyat segera dilupakan.
Sepenggal Harapan Rakyat
“Di hati dan lidahmu, kami berharap. Tolong suara kami didengar lalu disampaikan. Jangan ragu dan jangan takut karang menghadang. Bicaralah yang lantang jangan hanya diam.”
(Iwan Fals).
Semoga para wakil rakyat terus berjuang dan tulus bersikap untuk rela membangun sebuah kesadaran baru.
Bendaknya para wakil rakyat berani berjanji untuk tulus mengabdi demi menegakkan keadilan dan kebenaran demi kesejahteraan serta kebahagiaan bersama.
Bonum Communae!
…
Kediri, 27ย Septemberย 2024

