| Red-Joss.com | Salah satu mutiara indah dari suku Kamoro, yang berada di Kabupaten Mimika, adalah mudah berbagi dan memberi. Dalam memberi mereka tidak hitung-hitungan. Bahkan uang yang mereka punyai, kalau mereka berniat berbagi diberikan semuanya.
Berbagi dan memberi untuk zaman sekarang itu kadang sulit bagi kebanyakan orang. Karena banyak yang masih hitung-hitungan, dan tidak sedikit pula yang menunggu ‘nanti’ … kalau sudah kaya, mapan, dan nanti kalau sudah sukses.
Padahal berbagi itu soal hati. Bila hati diliputi rasa syukur, maka hati ini mudah berbagi. Kalau hati peka, ia akan mudah iba dan memberi. Kalau hati diliputi kasih dan cinta, ia akan mudah untuk berbagi kasih dan cinta.
Berbagi itu juga tidak melulu soal uang dan materi. Menyapa dengan senyum bahagia itu sudah memberi. Mengunjungi orang yang sedang sakit, mendengarkan sahabat yang berkisah duka lara dan beban hidup, atau mendoakan itu juga memberi.
Karena hati yang tulus ikhlas itu adalah syarat utama dalam berbagi. Membalas kebaikan dengan kebaikan apa bedanya kita dengan orang jahat? Mereka juga seperti itu. Membalas kejahatan dengan kebaikan, mencintai seperti Tuhan mencintai itulah kesempurnaan hidup.
Tuhan memberi banyak pada kita, maka bagikanlah. Yakini, dengan berbagi dan memberi itu kita tidak jatuh jadi miskin. Justru Tuhan akan memberi lebih banyak dari yang kita bagikan itu. Selama hidup masih diberi, mudahlah memberi dan berbagi. Tak harus uang dan materi, tapi dengan kasih, doa, dan ketulusan hati itu kita sudah berbagi. Jangan menunggu nanti, jika maut mendatangi kita, menyesal juga tiada guna.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

