Bagian 75
| Red-Joss.com | Imamat Kudus adalah salah satu dari tujuh Sakramen Gereja Katolik, bersama dengan Baptisan, Krisma, Ekaristi, Rekonsiliasi, Pengurapan Orang Sakit, dan Perkawinan. Sakramen ini adalah sakramen yang melaluinya pria ditahbiskan sebagai Diakon, Imam, atau Uskup untuk melayani Gereja dengan cara yang khusus dan melaksanakan pelayanan Yesus Kristus.
Katekismus Gereja Katolik menjelaskan tentang Tahbisan Suci dalam paragraf 1536-1600. Katekismus ini mengajarkan, bahwa Tahbisan Kudus adalah sakramen yang memberikan rahmat khusus kepada mereka yang ditahbiskan, memampukan untuk bertindak dalam pribadi Kristus, Kepala Gereja, dan melaksanakan misi-Nya untuk mengajar, menguduskan, dan memerintah umat beriman.
Ada tiga tingkatan Tahbisan Kudus: Diakon, Imam, dan Uskup. Diakon ditahbiskan untuk membantu Uskup dan Imam dalam pelayanan sabda, liturgi, dan amal. Para Imam ditahbiskan untuk memberitakan Injil, merayakan sakramen-sakramen, dan menggembalakan umat beriman di dalam komunitas setempat. Para Uskup ditahbiskan untuk memimpin dan mengatur Gereja, mengajarkan iman, dan merayakan sakramen-sakramen, khususnya Ekaristi dan Krisma.
Sakramen Imamat diberikan melalui penumpangan tangan oleh seorang Uskup, yang adalah penerus para Rasul. Gerakan ini melambangkan penerusan Roh Kudus dan otoritas para Rasul kepada mereka yang ditahbiskan. Uskup juga mendoakan orang yang ditahbiskan dan menguduskannya untuk pelayanannya di dalam Gereja.
Para pria yang dipanggil untuk imamat atau diakonat menjalani sebuah periode penilikan dan pembinaan di seminari atau program diakonat sebelum mereka ditahbiskan. Pembinaan ini meliputi pembinaan rohani, intelektual, pastoral, dan kemanusiaan untuk mempersiapkan mereka bagi pelayanan di dalam Gereja.
Sakramen Imamat adalah sebuah karunia bagi Gereja, yang menyediakan bagi umat beriman gembala-gembala dan pelayan-pelayan yang membimbing, mengajar, dan menguduskan dalam perjalanan iman mereka. Para Diakon, Imam, dan Uskup dipanggil untuk melayani umat Allah dengan kerendahan hati, cinta kasih, dan dedikasi, mengikuti teladan Kristus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

