| Red-Joss.com | Tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah. Maksudnya adalah memberi itu lebih baik dari yang menerima. Jika tangan kanan memberi, usahakan tangan kiri tidak tahu. Maksudnya adalah supaya menolong secara senyap atau diam-diam, tidak diumumkan.
Terkait dengan itu ada cara santun, ketika kita membantu tanpa orang yang dibantu itu tahu, kalau dibantu. Sehingga membangkitkan optimisme dan harga diri.
“Pak, apa ada gas yang 15 kg. Jika ada, tolong saya dibantu, ya. Pas lagi ngrebus air, gas habis.” pinta saya pertelepon pada penjual gas.
Dari seberang sana dijawab: “Maaf kalau 15 kg tidak punya. Yang ada 12 kg. Bagaimana Om?”
“Jadi. Yang 12 kg itu ke PDK II,” jawab saya sambil menahan geli, karena ketahuan tidak tahu berat gas tabung besar.
Singkat cerita yang mengantar gas itu ternyata tetangga dekat. Dia juga sekalian menolong pasang gasnya. Jrennggg, langsung nyala.
“Matur nuwun. Pinter Bapake.”
Sebelum pulang, saya transfer dihadapannya sejumlah harga gas plus tip, karena telah menolong pasang gas. Dia senang saya pun senangz
Setelah dia pulang, saya tergerak ingin menolong. Ternyata penjual gas itu sudah lansia. Tapi caranya gimana ya… ? Saya transfer saja sejumlah tertentu sebagai ongkir seperti, kalau saya pesan mie goreng atau mek-di. Kemudian lewat esemes saya kabari, kalau saya transfer untuk ongkir.
Pastinya banyak cara yang lebih ok. Yang penting hati kita ya. Di sana senang disinipun senang.
Bukan apa atau berapa banyak kau lakukan, tetapi seberapa besar cinta yang mengiring perbuatanmu itu. ‘Nggih to!’
Salam sehat dan berhati hangat.
…
Jlitheng

