Bagian 71
| Red-Joss.com | Sakramen Perjamuan Kudus, juga dikenal sebagai Ekaristi, adalah salah satu dari tujuh sakramen Gereja Katolik. Sakramen ini merupakan bagian sentral dan esensial dari iman Katolik, di mana umat beriman menerima tubuh dan darah Yesus Kristus di bawah penampakan roti dan anggur.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan tentang Sakramen Perjamuan Kudus dalam paragraf 1322-1419. Singkatnya, Ekaristi adalah sumber dan puncak dari kehidupan Kristiani (KGK 1324) dan merupakan sakramen yang di dalamnya Yesus Kristus benar-benar hadir di bawah penampakan roti dan anggur (KGK 1374). Melalui Ekaristi, umat Katolik dipersatukan dengan Kristus dan dengan satu sama lain dalam Gereja (KGK 1323).
Ekaristi adalah sebuah peringatan akan pengorbanan Kristus di kayu salib, sebuah representasi dari Perjamuan Terakhir, dan sebuah cicipan dari perjamuan surgawi (KGK 1337). Ini adalah sakramen kasih, tanda persatuan, ikatan cinta kasih, dan perjamuan Paskah di mana Kristus dikonsumsi, pikiran dipenuhi dengan rahmat, dan janji kemuliaan di masa depan diberikan kepada kita (KGK 1382).
Menerima Perjamuan Kudus membutuhkan disposisi yang tepat, termasuk berada dalam keadaan rahmat, berpuasa sebelum menerima, dan memiliki sikap hormat terhadap sakramen (KGK 1385). Ekaristi menyehatkan jiwa, mengampuni dosa-dosa duniawi, menguatkan kita dalam cinta kasih, dan menyatukan kita lebih dekat dengan Kristus (KGK 1394).
Secara keseluruhan, Sakramen Perjamuan Kudus adalah sebuah misteri yang mendalam dan sebuah karunia kasih Allah kepada Gereja. Sakramen ini merupakan sumber rahmat, persatuan, dan makanan rohani bagi umat Katolik dalam perjalanan menuju kehidupan kekal.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

