Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Diri kita adalah ilmu pengetahuan, diri kita adalah suatu kekayaan.”
(Djajendra)
…
Nosce Te Ipsum
Di gerbang Kuil tua Appolo di Athena, Yunani terpampanglah sebuah adagium agung, Nosce Te Ipsum. Artinya, “Kenalilah dirimu sendiri.”
Lewat tulisan beradagium agung itu, sang manusia, siapa pun dia diajak untuk berefleksi. Bahwa sesungguhnya, “Siapakah dia? Siapakah aku, kamu, dan kita ini?โ
Apa tujuan dari proses mengenal diri? Tujuan luhurnya ialah agar manusia itu mampu untuk mengenali dirinya. Dari sana, lewat pengenalan diri sejati, manusia itu akan mampu meraih takhta kebijaksanaan.
Memotret Kedalaman Diri Sendiri
Tulisan bermakna filosofis ini terinspirasi oleh narasi Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD sesaat setelah beliau ditahbiskan jadi Uskup Keuskupan Agung Ende, di Ende, Flores, NTT.
Dalam pidatonya, beliau bertutur, “Tadi, di saat saya melewati kerumunan umat, tampak banyak umat yang berfoto selfie. Itu aksi yang sangat bagus dan juga sangat wajar pula. Namun, hendaknya, jangan dilupakan, agar kita rela dan berani untuk memotret kedalaman diri kita.”
Djajendra bahkan pernah berkata, bahwa “Diri kita adalah ilmu pengetahuan, suatu kekayaan, dan sebuah potensi maha dasyat.”
Ketika sadar diri, kita akan mampu menghasilkan pengetahuan untuk dapat menjelaskan, siapakah diri kita ini.
Ternyata diri kita adalah segudang pengetahuan. Diri kita serangkaian daya pesona yang mampu berkreativitas dan berinovasi. Kita adalah energi yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan sesama manusia. Bahkan di sana dan dari sana pula, kita sadar diri, bahwa siapakah sesungguhnya Sang Pencipta kita itu.
Makna Memotret Kedalaman Diri
Diri kita adalah sebuah potensi maha dasyat. Di dalamnya terkandung aneka potensi yang perlu digali untuk dikembangkan.
Kita wajib pula mengembangkan aneka nilai luhur dari dalam diri kita. Semisal: nilai sikap kesetiaan, ketulusan, kejujuran, pengorbanan, keikhlasan, keberanian, kerja keras, dll. Nilai-nilai ini adalah mutiara dan mahkota terindah dari dalam diri seorang manusia.
Sebaliknya, kita juga harus berani untuk mengikis dan mematikan aneka potensi negatif, seperti: sikap kemalasan, kekejaman, iri hati, cemburu, masa bodoh, dan sikap ketidakjujuran yang justru melemahkan, bahkan mampu mematikan spirit positif dari dalam diri ini.
Karena sungguh bersalah dan berdosa, jika kita tidak mampu mengenal serta mengembangkan aneka potensi diri kita.
Mari! Jangan segan kita memotret kedalaman diri sendiri!
Kita bercermin diri untuk menemukan aneka potensi diri dan mengembangkannya di dalam hidup kita.
…
Kediri, 20ย Septemberย 2024

