Bagian 67
| Red-Joss.com | ‘Hiperdulia’ adalah sebuah istilah yang digunakan dalam teologi Katolik untuk menggambarkan sebuah bentuk penghormatan atau penghormatan khusus yang diberikan secara khusus kepada Santa Perawan Maria. Ini adalah jenis penghormatan yang lebih tinggi daripada penghormatan yang diberikan kepada para Kudus (dulia), tapi lebih rendah daripada penyembahan yang hanya kepada Allah (Latria).
Katekismus Gereja Katolik tidak secara khusus menyebutkan istilah ‘hiperdulia’, tapi membahas penghormatan kepada Perawan Maria dalam beberapa paragraf. Paragraf 971 menyatakan, “Pengabdian Gereja kepada Perawan Maria merupakan hal yang hakiki dalam penyembahan Kristen. Gereja secara tepat menghormati Perawan Terberkati dengan devosi khusus. Sejak zaman paling kuno Perawan Terberkati telah dihormati dengan gelar ‘Bunda Allah’, yang kepadanya umat beriman mengungsi dalam segala bahaya dan kebutuhan mereka.”
Paragraf 971 selanjutnya mengatakan, “Devosi yang sangat khusus ini pada dasarnya berbeda dari adorasi yang diberikan kepada Sabda yang berinkarnasi dan juga kepada Bapa dan Roh Kudus, dan sangat memupuk devosi ini.”
Singkatnya, ‘hiperdulia’ adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penghormatan dan penghormatan khusus yang diberikan kepada Santa Perawan Maria dalam teologi Katolik, yang mengakui perannya yang unik sebagai Bunda Allah dan model iman bagi semua orang beriman.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

