“Sejatinya, orang yang kesepian dan menderita itu adalah mereka yang menjauhi Tuhan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Kesepian itu bisa dialami oleh siapa saja, baik yang tinggal di tempat sunyi terpencil atau kota, bahkan di pusat keramaian atau di tengah keluarga besar sekali pun. Ketika kita menutup diri, dan menjauhi Tuhan.
Menutup diri itu tidak identik tinggal di tempat sunyi sepi atau di hutan yang jauh dari keramaian. Tapi kita kehilangan rasa peduli, empati, dan bersikap masa bodoh pada sesama. Kita cenderung mengasihi diri sendiri, alias egois. Seharusnya kita bergerak aktif, tidak sebaliknya kita pasif, dan cinta diri.
Banyak sekali faktor dan alasan kita menutup diri terhadap orang lain. Di antaranya minder, hina papa, cacat, rasa bersalah, menghukum diri atas perbuatan masa lalu, atau dihantui oleh ketakutannya sendiri.
Rasa kesepian itu sebenarnya tidak harus terjadi dan dialami, ketika kita mau membuka diri dan hati ini. Kita harus aktif untuk ke luar dari cinta diri. Hidup untuk mengasihi sesama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
“Tanpa Tuhan, kita ini bukan siapa-siapa.”
Fakta itu yang seharusnya diakui dan disadari agar kita tidak minder dan dihantui oleh ketakutan sendiri.
Coba ditelaah nasihat peneguhan Nabi Yesaya (41: 10) ini: “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau. Jangan bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku meneguhkan, dan akan menolong engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Sebagai orang beriman kita dituntut ke luar dari cinta diri, minder, dan ketakutan yang mengungkung jiwa ini. Kita mengembangkan talenta dan anugerah Tuhan: bertumbuh-kembang dan berbuah dalam iman, harapan, dan kasih.
“Aku senantiasa menyertai kamu sampai kepada akhir zaman” (Matius 28: 10).
Ketika hidup ini sebagai ungkapan doa dan ibadah, kita makin akrab dan dekat dengan Tuhan!
…
Mas Redjo

