Fr. M. Christoforus, BHK
“Lepaskan dirimu seperti kijang dari tangkapannya, seperti burung dari tangan pemikatnya.”
(Ungkapan Kebijaksanaan Hidup)
…
Dua Buah Pertanyaan
Dua buah pertanyaan yang sarat makna, “Apa yang sedang Anda kejar di atas bumi maya ini?”
Apa pula yang sedang Anda cita-citakan demi meraih kebahagiaan sempurna?
Manusia di atas belahan bumi manapun akan memiliki pandangan dan persepsi yang nyaris sama dalam memaknakan arti dari kesuksesan serta kebahagiaan hidup di atas bumi maya ini.
Renungan Harian Anand Krishna
Selama masih ada keterikatan dengan dunia benda, hidup ini akan jadi beban. Kita tidak akan pernah bisa menikmatinya.
Harta, nama, dan kuasa, semula tampak sebagai sarana pembebasan bagi kita. Lalu kita memburunya, lalu terus memburu, laluโฆ kita jadi budak mereka!
Anda tidak akan pernah meninggalkan rumah penuh harta, bukan? Sebagai orang yang tenar, Anda mudah tersinggung kalau ada orang yang mengacuhkan Anda, bukan? Sebagai orang berkuasa, Anda akan merasa dilecehkan, ketika ada orang yang tak terlalu mempedulikan kewibawaan kuasa, Anda, bukan?
(Anand Krishna / Renungan Harian)
Mari kita kembali kepada kedua buah pertanyaan mendasar ini!
- Apa yang Anda kejar di atas bumi maya ini?
- Apa yang Anda cita-citakan demi meraih kebahagiaan hidup?
Kita manusia, sejatinya sangat doyan dan gemar memburu harta, sepotong nama, serta kuasa di atas bumi fana ini.
Kita tentu akan mengira, bahwa, jika kita mampu meraih ketiganya, maka hidup kita serentak dan seketika serasa bahagia.
Ternyata kita telah terjebak dalam kolam lumpur kepicikan dan salah alamat. Mengapa?
Sejatinya suatu kebagian sempurna itu tidak pernah seorang memperoleh, karena kelimpahan harta, kebesaran sepotong nama, dan berkuasa.
Malah justru ketiga hal itu akan memerangkap kita dalam kurungan kebinasaan. Di dalam sana, kita tidak pernah merasakan kebahagiaan itu sepenuhnya.
Berbanding Terbalik
Malah kehidupan kita kian merana dan bahkan seolah terpenjara. Karena:
(1) Kita pun akan terikat dan terus dibayangi oleh kelimpahan harta.
(2) Di mana dan kapan saja, kita akan terus di serang oleh perasaan tersinggung, karena merasa tidak diacuhkan.
(3) Saking besarnya kekuasaan itu, kita sering merasa dilecehkan, karena merasa orang tak mempedulikan kekuasaan kita.
Semoga lewat refleksi ini, kita kian sadar dan bijaksana. Sejatinya, kelimpahan harta, nama besar, dan menggunungnya kuasa itu justru tidak mampu membahagiakan hidup kita.
…
Kediri, 13ย Septemberย 2024

