Bagian 63
| Red-Joss.com | Keluarga berencana adalah sebuah topik yang dibahas dalam Katekismus Gereja Katolik. Gereja Katolik mengajarkan, bahwa jadi orangtua yang bertanggung jawab itu sebuah kebajikan. Pasangan suami-istri harus terbuka terhadap anugerah kehidupan sambil mempertimbangkan keadaan mereka dan kesejahteraan keluarga.
Katekismus menekankan pentingnya jadi orangtua yang bertanggung jawab dan prinsip-prinsip moral yang seharusnya memandu keputusan tentang keluarga berencana.
Paragraf 2368 Katekismus menyatakan, “Sebuah aspek khusus dari tanggung jawab ini berkaitan dengan pengaturan prokreasi. Untuk alasan-alasan tertentu, pasangan suami-istri mungkin ingin mengatur jarak kelahiran anak-anak mereka. Adalah tugas mereka untuk memastikan, bahwa keinginan mereka tidak dimotivasi oleh keegoisan. Tapi sesuai dengan kemurahan hati dan tanggung jawab mereka sebagai orangtua.”
Gereja mengajarkan, bahwa metode keluarga berencana harus menghormati martabat pasangan suami-istri, kesucian hidup manusia, aspek-aspek kesatuan, dan prokreasi dari cinta kasih perkawinan. Kontrasepsi buatan dianggap bertentangan dengan hukum moral, karena memisahkan dimensi unitif dan prokreatif dari tindakan perkawinan. Sebaliknya, Gereja mempromosikan metode keluarga berencana alami, yang menghormati ritme alami kesuburan dan ketidaksuburan dalam siklus wanita.
Secara keseluruhan, Gereja Katolik menjunjung tinggi pentingnya jadi orangtua yang bertanggung jawab, menghormati kehidupan manusia, dan kesatuan pasangan dalam cinta perkawinan, ketika membahas topik keluarga berencana.
Rm. Petrus Santoso SCJ

