“Jadi penulis itu anugerah Allah, karena hidup ini adalah saluran belas kasih-Nya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Jangan membanding-bandingkan, bahwa pedagang itu dinilai dari hasil materi yang dikumpulkannya. Sedang penulis itu dari hasil karya yang dibukukannya.
Apa pun pilihannya, baik sebagai pedagang atau penulis, yang utama dan penting itu adalah kita mampu memaknai peran atau profesi kita. Hidup bermakna bagi sesama dan bahagia!
Ketika jadi pedagang, kebanggaan saya itu tidak dinilai dari suksesnya mengembangkan usaha dan materi yang dikumpulkannya. Karena tidak ada gunanya kita miliki dunia, jika jiwa ini binasa (Markus 8: 36). Tapi yang utama adalah peran serta saya dalam memberdayakan umkm dan memanusiawikan sesama.
Sukses untuk diri sendiri itu egois, tapi sukses untuk dibagikan itu amanah dan anugerah-Nya.
“Membangun relasi dengan memberdayakan umkm,” adalah nafas kewirausahaan saya dengan pendekatan hati. Artinya, saya membangun dan menghidupi silaturahmi dengan hati kepada pelanggan.
Saya menjual barang dengan harga kompetitif sambil membagikan pengalaman berbisnis untuk pengembangan umkm agar mereka maju. Sehingga mereka itu tidak mudah meninggalkan saya, ketika muncul pesaing lain.
Karena usaha cukup mapan, saya lalu rindu jadi penulis lagi. Setelah lebih dari sepertempat abad saya tinggalkan. Saya ingin membagikan pengalaman berbisnis, hidup ikhlas dalam berkeluarga, hal-hal baik dan positif.
Di sela membimbing anak yang bakal meneruskan usaha keluarga, saya berusaha untuk komitmen dan konsisten dalam menulis. Sekaligus untuk memaknai tugas perutusan saya sebagai umat beriman.
Perlahan, tapi pasti hasilnya luar biasa dalam pengembangan kepribadian dan spiritual saya yang makin dekat dengan Sang Pencipta dan sesama.
Teruslah berkarya dan bermakna!
…
Mas Redjo

