| Red-Joss.com | Marahkah Sang Guru pada Martha? Bukankah Martha melakukan semua itu, yang terbaik, demi cinta dan rasa hormatnya pada Sang Guru? Martha takkan pernah lupa betapa baiknya Sang Guru pada dia dan adik-adiknya. Maka Martha membuat semuanya itu terbaik agar Guru terkesan dan senang. Niat luhur itu tergores, ketika dia mulai merasa terabaikan.
Guru tahu ada yang sedang bergolak dalam hati Martha, maka kata-Nya: “Martha, please deh,..jangan sampai kesibukan membuat hatimu gundah, melupakan tujuan-Ku mampir. Yang utama Aku ingin berjumpa dan ngobrol denganmu, seperti dengan Maria ini.”
Inti pesan pada hari ini, bahwa “Siapa pun kita, dan apa pun kesibukan yang kita lakukan dalam pelayanan, jika sudah geser dari tujuannya yakni menyenangkan Hati Tuhan, itu tanda, bahwa sudah terkena virus hati seperti Martha. Yang terjadi adalah ada perubahan dari rasa tentram dan bahagia dalam melakukan sesuatu jadi kepuasan dan kebanggaan diri yang dkejar.
Beningnya air membawa tenang sekitar. Beningnya hati dan pikiran membawa damai bagi sesama.
Salam sehat dan jangan lupa bahagia.
…
Jlitheng

