Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kebaikan dan ketulusan kasih adalah harta termulia bagi dunia dan isinya.
Cinta adalah titian emas terpendek bagi dunia.”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
Pemimpin Lokal – Global
Apa itu kepemimpinan global? Suatu gaya kepemimpinan dari orang-orang terkenal yang berdomisili di berbagai wilayah dunia.
Dapat diperluas sebagai suatu proses dan tindakan yang melampaui seorang individu yang mempengaruhi berbagai konstituen internal dan eksternal dari berbagai budaya serta yurisdiksi nasional dalam konteks yang dicirikan oleh tingkat kompleksitas tugas serta hubungan yang signifikan.
Kita telah mengenal sebutan atau istilah pemimpin lokal dan pemimpin global. Atau juga pemimpin yang bertindak lokal, tetapi berpikir global. Cetusan ini terlontar tentu atas dasar suatu tinjauan, bagaimana cara pemimpin itu bertindak.
Tulisan ini saya turunkan terinspirasi oleh tulisan Alissa Wahid dalam kolom Gaya Hidup, Udar Rasa, harian Kompas, Minggu, 1/9/2024 berjudul Paus Fransiskus.
Analisis Alissa Wahid
Sebagai seorang wanita muslimat dan putri dari seorang tokoh pluralis yang mantan presiden RI, Abdurahman Wahid alias Gus dur, maka pantas diacungi jempol.
Alissa menulis, bahwa sebelum dan setelah jadi Paus, Kardinal Bergoglio seorang penggiat kemanusiaan bagi kaum marginal. Bahkan beliau sampai dijuluki sebagai slum bishop, dan hal itu berdampak, bahwa beliau tidak disukai Pemerintah Argentina. Bahkan beliau sempat meminta maaf kepada rakyat Argentina dan Kanada, karena belum mampu membebaskan masyarakat dari kemiskinan serta genosida kultural.
Pemimpin Bertindak Global
Hal ini terbukti dari roh beberapa ajaran sosialnya, berupa surat edarannya yang disebut ensiklik kepada dunia. Antara lain:
- Laudato Si “Terpujilah Engkau Tuhan” (2005) yang sarat nilai-nilai spiritual yang universal.
Lewat ensiklik ini, sebagai sebuah rumah bersama yang menyoroti krisis iklim. Paus lantang mengajak masyarakat dunia agar merawat planet bumi dengan menghindari sikap konsumerisme berlebihan.
Masyarakat dunia diharapkan untuk turut bertanggung jawab atas kesenjangan ekonomi dunia, sikap tidak adil, serta budaya gencar mengeksploitasi alam.
Lewat ensiklik ini, beliau memohon agar dunia menyerukan suatu pertobatan ekologis sebagai tanda adanya perubahan paradigma.
- Fratelli Tutti “Saudara sekalian” (2020), yang sarat berisi tentang persaudaraan dan persahabatan sosial sejati.
Lewat ensiklik ini, Sri Paus berusaha untuk menindaklanjuti inisiatif dialog lintas iman yang telah diluncurkannya bersama Grand Syekh Ahmed Al-Tayyeb dari Al-Azhar berupa Dokumen Persaudaraan bagi Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama pada tanggal 4 Februari 2019, demikian Alissa Wahid.
Maka, pada tanggal 4 Februari bersana PBB ditetapkan sebagai Hari Persaudaraan Sekemanusiaan Internasional.
Di sisi lain, lanjut Alissa, Sri Paus berperan dalam upaya rekonsiliasi Amerika Serikat dengan Kuba serta membangun relasi dengan Cina. Bahkan baliau tegas mengeritik sikap negara-negata Barat atas perlakuan tidak manusiawi bagi para imigran.
Menurut Alissa, tindakan besar Sri Paus kepada dunia itu itu seolah-olah mengingatkan dia pada para tokoh agama di Indonesia (1980-an hingga 1990-an), seperti Gus Dur, Romo YB Mangunwijaya, Ibu Ida Bagus Gedong Oka, Pendeta Th Sumartana dikenal sangat aktif mendampingi rakyat melawan sikap opresif dari rezimย militerย Orba.
Barangkali, teladan inilah hadiah terbesar Paus Fransiskus bagi bangsa Indonesia tahun ini, demikian Alissa menutup opininya.
Semoga lewat roh dari opini ini, gerbang nurani kita digugah untuk bangkit dan bertindak demi kebaikan bersama (bonus commune).
Bukankah semua tindakan yang baik dan benar demi membangun kemanusiaan semesta adalah sebentuk persahabatan universal?
…
Kediri, 2 September 2024

