Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tujuan pendidikan bukanlah untuk mengisi jiwa dengan pengetahuan, tapi membentuk karakter dan membimbing jiwa menuju kebajikan.”
(Plato)
…
Para Filsuf Agung
Plato adalah filsuf, sang pemikir agung yang sungguh dikagumi oleh dunia. Buah-buah pikiran dan refleksi hidupnya amat mendalam; bahkan kini sudah diyakini sebagai warisan dunia.
Plato adalah murid dari filsuf agung Socrates. Tapi Plato juga sebagai guru agung dari filsuf Aristoteles. Mereka adalah pemikir agung dunia sebagai peletak dasar pondasi hidup yang tiada taranya.
Plato tentang Tujuan Edukasi
Adapun sasaran dan tujuan dari tulisan ini difokuskan pada pandangan Plato terhadap tujuan dan esensi dasar dari proses edukasi. Apa pandangan dan refleksinya atas tujuan edukasi?
Bagi Plato, tujuan pendidikan sejati adalah proses pembentukkan karakter manusia dan membimbing jiwa menuju suatu kebajikan. Justru bukan sekadar sebuah proses mengisi jiwa dengan seperangkat pengetahuan. Baginya, proses edukasi itu justru jadi sia-sia, jika yang disasarkan dan dibentuk, pertama-tama aspek pengetahuan otak belaka.
Dalam proses edukasi sejati, aspek yang pertama-tama dipupuk dan dikembangkan ialah aspek kebajikan moral dan intelektual manusia. Sehingga akhirnya, proses edukasi yang kita jalankan dapat menghasilkan โout putโ, manusia-manusia yang berkepribadian baik, beretika, dan bertanggung jawab.
Inilah tujuan luhur dari sebuah proses edukasi menurut pemikiran Plato.
Hendaklah kita tidak mengidentikan antara: proses mengedukasi manusia dengan proses merancang seperangkat robot!
Non Scholae Discimus sed Vitae.
…
Kediri, 1ย Septemberย 2024

