“Jika ingin membangun keluarga bahagia, jadilah penyangga rumah tangga dan pilar doa bagi keluarga.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Nasihat bijak itu memotivasi saya untuk dihidupi agar jadi nyata. Ibarat membangun rumah, saya harus jadi penyangga dan sekaligus pilar doa keluarga.
Jadi penyangga keluarga, karena sebagai kepala rumah tangga saya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik sandang, pangan, dan papan.
Sebagai pilar doa, saya dituntut untuk memberi teladan kasih dalam keimanan dan perilaku. Karena perilaku adalah ungkapan doa syukur kepada Tuhan yang murah hati.
Nasihat bijak itu membuat saya ingat firman Tuhan yang sangat indah dan mengajarkan, bahwa pernikahan itu gambaran hubungan Kristus dengan jemaat. “Suami adalah kepala istri, sama seperti Kristus adalah kepala jemaatnya” (Efesus 5: 22-33).
Firman Tuhan itu memotivasi dan menginspirasi. Menggambarkan hubungan ideal dan mesra dalam membangun keluarga bahagia.
Yesus rela berkorban memanggul salib penderitaan untuk menebus dosa kita. Saya juga dituntut untuk ikhlas berkorban demi kebahagiaan keluarga.
Ketika semua yang dilakukan itu didasari kasih pada keluarga, hati ini serasa tiada beban atau terpaksa. Saya berjuang demi keluarga, sama seperti saya melayani Tuhan Yesus. Apalagi, kami telah disatukan dengan Sakramen Pernikahan Suci. Sehingga kuk yang dipasang Tuhan Yesus terasa ringan dan nyaman.
Ketika hidup berumah tangga itu didasari kasih Tuhan untuk saling mengasihi, mukjizat-Nya jadi nyata. Keluarga kami dilimpahi damai sejahtera dan bahagia.
Terpujilah Tuhan.
…
Mas Redjo

