“Orang yang berprasangka buruk itu kuper dan tidak pernah piknik jauh. Ibarat katak dalam tempurung.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Untuk yang kesekian kali saya gagal membuang prasangka buruk itu dari pikiran. Akibatnya, prasangka itu beranak pinak dan membuat saya jadi sensitif, curigaan, dan mudah uring-uringan.
Beruntung, karena peristiwa salah paham dengan seorang teman, A mengubah cara pandang dan persepsi saya terhadap orang lain.
Saya seperti ditegur, diingatkan, dan dianugerahi Tuhan untuk jadi pribadi yang sabar, sadar diri, dan rendah hati.
“Jika sensian, kapan kau bahagia?” gurau A, ketika saya berprasangka buruk, bahwa kata-katanya itu ditujukan kepada saya. A menyindir. Padahal ia bicara jujur dan fakta!
Karena sensian itu, A menyarankan saya untuk tidak bersosmed dan bersosialisasi, tapi jadi pertapa di tengah hutan untuk menjaga pikiran saya tetap jernih dan waras.
“Jika kau tidak mengubah cara berpikir, dipastikan hidupmu tidak tenang, curigaan, tersiksa, dan menderita. Berbeda hasilnya, jika kau selalu berpikir positif dan berprasangka baik pada orang lain, hidupmu bakal dipenuhi kebaikan, tenang, dan damai.”
Saya diam merefleksikan kata-kata A. Saya beruntung mempunyai sahabat A yang pemaaf, sabar, dan rendah hati.
Selama ini, jika saya membaca WA, FB, atau sosmed dari teman, saya seperti disindir dan dilecehkan. Hal itu membuat saya sakit hati. Saya jadi malas dan menjauhi mereka.
A lalu memberi contoh, jika suatu hal itu dikatakan baik, tapi tidak dilakukan dan dihidupi berarti orang itu sekadar berteori, tapi tidak memahaminya. Karena iman tanpa perbuatan itu mati ( Yakobus 2: 14-26).
Begitu pula dengan berpikir positif dan berprasangka baik itu harus dilatih dan didisiplinkan agar jadi kebiasaan yang menyatu dengan hidup kita.
“Kebaikan yang kau pahami itu harus kau kerjakan dan dihidupi agar jadi nyata.”
Nasihat A itu sungguh meneguhkan jiwa. Saya dituntut untuk bersikap sabar untuk sadar diri agar pikiran dan mulut yang jujur itu jadi nyata dalam perilaku.
Saya harus melepas prasangka buruk itu, dan mengasihi mereka. Karena hidup ini saluran berkat-Nya (1 Petrus 2: 5).
…
Mas Redjo

