“Ketika yakin seyakinnya memutuskan untuk melangkah, kita harus menyelesaikannya dengan mantap hati hingga akhir.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Karena untuk sukses hingga tujuan akhir, kita dituntut untuk komitmen, konsisten, dan setia pada peran dan profesi kita dalam mewujudkan karya dan karsa itu dengan penuh tanggung jawab.
Berolah pikir, menimbang rasa, dan melakukan semua itu didasari kasih agar kita ikhlas hati.
Ketika pekerjaan itu dijalani dengan ikhlas hati, kita menuntaskan semua itu tanpa beban. Karena hidup ini untuk memberi.
Begitu pula saat orang berkomentar, nyinyir, atau mencela pekerjaan kita agar disikapi dengan bijaksana dan digunakan sebagai sarana refleksi untuk pembenahan dan perbaiki diri.
Saat dipuji pun agar kita tidak besar kepala, hingga lupa diri. Tapi makin merendah dan membumi. Karena kita melakukan semua itu atas seizin dan kemurahan hati Tuhan.
Ketika aku, kau, atau kita hendak mewujudkan pekerjaan itu didasari iman, harapan, dan kasih maka semua itu tidak ada yang mustahil, jika Tuhan berkenan.
Coba resapi nasihat bijak Martin Luther King Jr: “Jika kita dipanggil untuk jadi penyapu jalan, kita harus menyapu jalan seperti Michelangelo melukis, Beethoven dalam mengubah musik, atau Shakespeare dalam menulis puisi.”
Ketika melakukan suatu pekerjaan itu dengan totalitas, tuntas, dan ikhlas sebagai persembahan hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah, sesungguhnya itu adalah ibadah kita yang sejati (Roma 12: 1).
…
Mas Redjo

