Keberadaan seseorang bisa mati karena asumsi alias ‘jaréné’.
Berikut ini ada satu cerita, bagaimana seekor kerbau bisa mati.
Sepulang dari sawah, ada seekor kerbau rebahan di kandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. Lalu datang seekor anjing, dan kerbau curhat: “Ah…, temanku, aku capèk banget, kalo boleh, besok aku mau istirahat sehari aja.”
Anjing pergi dan di tengah jalan berjumpa dengan kucing, lalu katanya: “Tadi saya ketemu kerbau, katanya dia besok mau istirahat dulu. Sudah sepantasnya, sebab boss kasih kerjaan terlalu berat.”
Kucing cerita pada kambing: “Kerbau komplain boss kasih kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia nggak mau kerja lagi.”
Kambing ketemu ayam dan bilang: ”Kerbau nggak senang kerja dengan boss lagi, mungkin dia sudah ada kerjaan yang lebih baik.”
Ayam pun berjumpa dengan monyet dan bercerita pula: “Kerbau nggak akan kerja lagi untuk boss dan kerja di tempat lain.”
Malam hari, si monyet bertemu dengan si Boss dan berkata: ”Boss, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau tinggalin boss untuk kerja di boss yang lain.”
Mendengar ucapan monyet itu, Boss marah besar dan tanpa konfirmasi lagi, dia langsung membunuh kerbaunya, karena dinilai telah mengkhianatinya.
Padahal aslinya kerbau curhat: “Saya lelah dan besok mau istirahat sehari saja.” Karena hari Minggu libur.
Menurut Anda, kerbau mati, karena apa? Monggo, petik manfaat sendiri, seperlunya.
Salam sehat.
…
Jlitheng

