Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pengalaman adalah guru terbaik.”
(Cicero)
…
| Red-Joss.com | Setiap orang, sudah tentu memiliki sejumput pengalaman di dalam ziarah hidupnya. Entah itu berupa memori yang sangat pahit atau berupa memori yang paling manis dan sulit untuk dilupakan.
Makna sebuah Pengalaman
Sebuah pengalaman, sejatinya bukanlah sekadar serentang alur lurus dari sang waktu alias kronologisasi atau berupa suatu rentetan saat panjang, namun sebuah pengalaman lebih dimaksudkan sebagai sebuah didaktika hidup personal.
Tanpa ragu sejarahwan Romawi, Cicero menyebutnya sebagai seorang guru yang terbaik.
Mengapa bagi Cicero, bahwa pengalaman itu dapat berperan sebagai guru yang terbaik?
Sungguh tak pelak, jika filsuf dan orator yang dijuluki sebagai Stoa Romawi yaitu, Cicero sangat menghargai nilai-nilai luhur dari sebuah pengalaman hidup.
Baginya, pengalaman itu sebagai bekal hidup yang sangat bermanfaat.
Lewat pengalaman pahit, manusia dididik untuk senantiasa menyadari akar dari kepahitan itu. Mengapa dia harus mengalami kepahitan hidup? Apa penyebabnya? Mengapa pula dia harus menikmati manisnya gula-gula keindahan hidup?
Semua pengalaman itu, entah pahit atau manis, ternyata telah jadi guru terhebat di dalam hidup manusia.
Kunci dari seluruh misteri itu, tergenggam erat di dalam tangan manusia, selaku aktor intelektualnya. Manusia itu penentu segalanya!
Apa Manfaat dan Tujuan dari sebuah Pengalaman
Sang bijaksanawan berpendapat, bahwa sejatinya tidak ada pengalaman yang sia-sia. Mengapa?
Karena semua jenis pengalaman, pahit dan manis itu sesungguhnya telah mengedukasi manusia. Itu sebabnya, maka pengalaman dianggap sebagai asam garam kehidupan.
Bukankah tujuan dari sebuah pengalaman adalah agar manusia pun senantiasa menjadikannya sebagai guru yang baik.’
Jika itu berupa pengalaman yang buruk, maka tidak perlu kita menyesalinya. Tapi jadikan dia sebagai guru kehidupan kita.
…
Kediri,ย 24ย Agustusย 2024

