Fr. M. Christoforus, BHK
“Engkau adalah kasih.
Engkau berasal dari kasih.
Engkau terbuat dari kasih.
Engkau tidak dapat berhenti mengasihi.”
(Anand Krishna)
Renungan Harian
Kisah Korek Api
Inilah kisah unik yang sungguh mengharukan hati tentang keluarga sekotak korek api, yang justru hidup di dalam kesedihan, karena mereka berada di dalam sekotak korek api yang gelap pekat.
Saat kotak korek api dibuka, sebatang korek api terpental dan jatuh. Saat itu, dia melihat terang, โitulah hal yang dirindukan oleh keluarga kami selama ini.โ
Lalu dia melihat ada seseorang yang mengambil dua batang korek api dari dalam rumah kotak mereka. Apa yang terjadi?
Dilihatnya, bahwa batang korek api yang pertama digunakan untuk tusuk gigi dan batang korek api kedua untuk mengorek telinganya.
Dia justru berbangga saat melihat seorang yang lain lagi, ketika mengambil sebatang korek api, lalu memantiknya. Apa yang terjadi? Dia melihat suatu terang yang sangat besar.
“Waduh, ternyata terang yang selalu kami dambakan itu justru berada di dalam diri kami,” pekiknya kegirangan.
โAku harus segera mengabarkan berita besar ini kepada para saudaraku,” pikirnya
“Ternyata, terang itu ada di dalam diri kita. Kitalah sebatang korek api itu!”
(Dari Berbagai Sumber)
Dalam hidup ini, kita sering hidup seolah tanpa daya dan tanpa sadar dengan aneka potensi besar dari dalam diri kita. Dampaknya, bahwa kita hidup dalam keluhan dan perasaan ragu-ragu, sehingga hidup kita jadi statis dan kerdil.
Padahal di sisi lain, Tuhan telah memasang penerang besar di angkasa raya. Di atas sana ada mentari, rembulan, dan gemintang penerang.
Makna Penting Diri Kita
Ternyata kita adalah sebatang korek api dari dalam kotak gulita itu.
Karena sejatinya di dalam diri kita terdapat aneka potensi rohani dan spiritual yang justru mampu memancarkan cahaya kemilau indah di dalam hidup ini.
Kita membutuhkan kesadaran sejati dan lentik jemari yang mampu memantiknya, agar terpancar kekuatan berupa aneka potensi demi kesejahteraan hidup ini.
Sudah terlalu lama kita hidup dan bersedih di dalam kungkungan sekotak kegelapan, karena kita tidak memiliki daya dan kesadaran untuk mengelola potensi itu.
Semoga lewat kesadaran ini, kita kian berguna bagi kehidupan ini. Karena kita telah mempersembahkan potensi besar dari dalam diri kita bagi kehidupan ini.
Bukankah hidup yang bermakna adalah hidup yang memberi?
…
Kediri,ย 23ย Agustusย 2024

