Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan.”
(Rasul Paulus)
…
Tenar
Aku memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Museum Mesir di Kairo beberapa waktu yang lalu, dan aku sangat takjub melihat semua kekayaan dan harta pusaka Firaun Tutankhamun. Namun semua museum itu mengingatkan aku pada satu hal: kita tidak membawa apa-apa, ketika meninggal dunia.
Bagi mereka yang mempunyai rencana untuk menumpuk lebih banyak kekayaan dan mendapatkan kekuasaan lebih besar, pergilah suatu saat ke museum atau suatu makam. Di sana akan diingatkan, betapa singkatnya hidup ini, dan betapa cepatnya berlalu kekuasaan, nama, dan ketenaran.
(Rm. Jerry M. Orbos, SVD)
Berhenti Sejenak
Bersama Tuhan I.
Sebuah Kesaksian
Inilah sebuah kesaksian nyata, berupa sebuah fakta riil dan sebagai simpulan dari sebuah pengamatan serta refleksi dari seorang Imam SVD setelah berkunjung ke Museum Mesir di kota Kairo.
Lewat kesaksian dan ajakan berupa seruan moral kepada kita, juga secara tidak langsung diingatkan, bahwa sejatinya, betapa singkatnya hidup ini, dan betapa cepatnya berlalu kekuasaan, nama, serta ketenaran.
Amanat Rasul Paulus
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan” (2 Korintus 4: 18).
Faktanya, bahwa hidup dan dinamika kehidupan ini, sungguh bagai jauh panggang dari api, artinya berdasarkan realitas hidup ini, keadaan kita manusia memang sangat jauh dari dambaan dan himbauan Rasul Paulus.
Antara: Gila Harta, Gila Hormat, dan Gila Kuasa
Kini kita hidup dalam relungan problematika, antara hal yang baik dan buruk. Antara idealisme hampa dan fakta miris. Konkretnya di antara harapan semu dan kenyataan pahit pedih.
Firaun-firaun Baru
Ibarat riap rerumputan di musim penghujan, maka kini bermunculan topeng-topeng simbol Firaun-firaun baru, bahkan sambil saling berlomba untuk menumpuk memamerkan harta kekayaan, kuasa, dan pangkat.
Gaya dan pola tingkah aneh mereka itu kian transparan serta membabi buta seolah sudah putus urat malu mereka
Museum Mesir Nurani Kita
Mari kita bergegas beramai-ramai dan bersama menuju ke Museum Mesir baru di dalam sanubari kita.
Apa yang akan kita temukan di kedalaman sana? Juga siapakah sejatinya saya ini?
Ingatlah, bahwa semuanya itu hanyalah tumpukan kehampaan semata.
Terima kasih, ya, Maha Raja Firaun. Karena di dalam kebisuan dan kehampaanmu, ternyata engkau telah turut mengedukasi kami!
…
Kediri,ย 21ย Agustusย 2024

