Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Saya pilih jadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca.”
(Thomas B. Macaulay)
…
(Tulisan motivasi ini, saya persembahkan khusus untuk bangsa dan negara kita dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-79)
Hari Kelahiran Bangsa
Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2024, bangsa kita berulang tahun kemerdekaan ke -79.
Kini, bangsa kita sedang gencar membangun budaya berliterasi demi mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain.
Mengapa Kita harus Membaca
Penelitian UNESCO menyimpulkan, bahwa minat baca orang Indonesia hanya 0,0001 persen. Artinya, hanya satu (1) orang yang suka membaca dari seribu (1000) orang Indonesia.
Sedangkan bangsa Jepang, Korea, dan Cina, misalnya setiap orang rata-rata membaca beberapa buah buku baru dalam setiap tahun.
Mengapa demikian Kondisi Kita
Mengapa bangsa kita bukan tergolong sebagai bangsa yang gemar membaca buku? Tentu hal ini memiliki sejarah dan berbagai faktor sebagai penyebabnya.
Hal ini dapat disinyalir lewat sejumlah faktor yang dianggap sebagai penyebabnya. Antara lain :
(1) Belum berkembangnya budaya membaca, karena kita hidup dalam budaya lisan.
(2) Kegagalan Pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.
(3) Bangsa kita memang belum paham akan manfaat dari proses membaca.
Misteri Besar Manfaat Membaca Buku
Secara garis besar dapat disimpulkan, bahwa misteri besar manfaat dari membaca buku, antara lain :
(1) Meluaskan wawasan dan pengetahuan.
Masih ingatkan kita pada adagium ‘membaca buku ibarat membuka jendela dunia?’
(2) Menggandakan kosa kata Anda.
Dapat meningkatan perbendaharaan kata-kata (kosa kata).
(3) Meningkatkan keterampilan menulis.
Dalam konteks ini, membaca dan menulis itu ibarat sekeping mata uang koin. Barang siapa membaca, dia akan menulis.
(4) Meningkatkan daya ingat (memori) kinerja otak manusia.
Otak manusia akan terus aktif dan terlatih lewat proses membaca.
(5) Mengurangi stres dan gejala depresi.
Dalam konteks ini, membaca sebagai sebuah sarana hiburan.
(6) Mencegah insomnia sebagai fenomena sulit tidur.
Membaca pun mampu menenangkan suasana hati yang kacau.
(7) Mengasah dan meningkatkan empati.
Lewat membaca buku, secara tidak langsung dapat menumbuhkan kepedulian kita kepada orang lain.
(8) Mencegah penurunan kognitif sebagai akibat dari faktor usia.
Bukankah saat usia kita kian bertambah, maka berbagai fungsi organ tubuh pun akan berkurang?
Maka Dikonklusikan
Lewat proses membaca otak manusia dituntut untuk terus berpikir, mampu menganalisis aneka problem hidup, dan mampu pula untuk mencari solusinya.
Dengan demikian Anda akan tampil secara prima dan percaya diri tinggi. Mengapa?
Karena Anda telah mampu melihat seluruh realitas dunia, juga dapat mengenal aneka perspektif dan pengalaman hidup orang lain, serta mampu pula berpetualang secara imajinasi.
Mari kita terus membaca demi meningkatkan jati diri kita!
…
Kediri, 18 Agustus 2024

