Bagian 36
| Red-Joss.com | “Satu Tubuh, Satu Roti” adalah frase yang sering digunakan dalam konteks Kristen untuk menekankan kesatuan orang percaya dalam Kristus dan partisipasi bersama mereka dalam Ekstisti atau Komuni. Konsep ini didasarkan pada ajaran Perjanjian Baru, khususnya dalam tulisan-tulisan Rasul Paulus.
Dalam 1 Korintus 10: 17 Paulus menulis, “Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.”
Ayat ini menyoroti gagasan, bahwa melalui tindakan mengambil bagian dalam roti (melambangkan tubuh Kristus) selama Ekaristi, orang percaya bersatu sebagai satu tubuh di dalam Kristus. Ini menandakan kesatuan spiritual dan persekutuan yang dibagikan oleh orang Kristen sebagai anggota tubuh Kristus.
Ungkapan “Satu Tubuh, Satu Roti” menekankan pentingnya komunitas dan persekutuan di antara orang-orang percaya. Meskipun kita terlepas dari perbedaan latar belakang, etnis, atau denominasi. Semua pengikut Kristus bersatu dalam iman dan partisipasi mereka dalam sakramen Ekaristi. Sama seperti roti dibagikan di antara orang percaya selama Komuni, demikian juga mereka bersatu dalam identitas bersama mereka sebagai anggota tubuh Kristus.
Konsep ini juga menyoroti sifat pengorbanan kematian Kristus dan kesatuan yang dibawanya kepada orang percaya. Tindakan mengambil bagian dalam roti melambangkan peringatan pengorbanan Kristus di kayu salib dan kesatuan yang dimiliki orang percaya di dalam Dia.
Secara keseluruhan, “Satu Tubuh, Satu Roti” berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan kesatuan, persekutuan, dan persekutuan yang dibagikan orang Kristen sebagai bagian dari tubuh Kristus. Hal ini mendorong orang-orang percaya untuk datang bersama-sama dalam kasih, saling mendukung, dan berbagi iman, mengenali saling berhubungan dan kesatuan mereka dalam Kristus.
Rm. Petrus Santoso SCJ

