Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Ad Maiora Natus Sum.
(Adagium Latin)
…
Pertanyaan Menantang
“Untuk apa kita, manusia dilahirkan ke dunia?” Demikian sebuah pertanyaan kritis reflektif untuk direfleksikan. Pertanyaan yang ternyata sungguh menantang kita untuk memberikan jawaban.
Makna dan Tujuan Hidup
Untuk apa kita dilahirkan dan nyata hidup di atas ceper bumi ini? Sesungguhnya, bahwa hidup dan kehidupan itu bukan sebuah peristiwa kebetulan.
Riil dan diyakini, bahwa seluruh proses hidup, bergerak, dan ada ini merupakan karunia istimewa serta panggilan hidup dari Sang Maha Kuasa.
Dia yang menyelenggarakan seluruh proses kehidupan ini. Maka, hidup ini adalah rahmat istimewa (kharisma) bagi manusia (gratis dei).
Hidup yang Diberdayakan
Ad Maiora Natus Sum, Kamu dilahirkan untuk hal-hal besar.
Mengapa kita perlu memiliki suatu keyakinan teguh dan motivasi mulia?
Dalam sebuah prespektif yang lebih luas, idiom atau adagium ini justru menggotong sebuah motivasi yang luar biasa demi meraih bintang impian dari setiap pribadi.
Lewat amanat agung di balik adagium ini, kita justru diajak sadar, bahwa kita harus berusaha untuk menciptakan sesuatu yang melampaui sekadar cita-cita hampa. Kita perlu menyadari, bahwa kita memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan berkembang demi melampaui sekadar sebuah harapan hampa.
Untuk itu, dibutuhkan sikap ekstra berani. Kita harus ke luar dari kepicikan dan sikap cepat puas. Karena ternyata kita sangat mampu untuk jadi pribadi besar dan agung yang melampaui sekadar sebuah impian.
Hal-hal besar itu adalah semua kenyataan yang melampaui diri sendiri maupun kepentingan ego. Hal besar yang bahkan seluas dunia ini. Tempat kita berkreasi dan menciptakan sesuatu yang tidak sekadar demi kepentingan diri sendiri.
(Dari berbagai Sumber)
Sejatinya untuk itu kita dipanggil dan diutus ke bumi ini. Demi suatu misi kemuliaan yang melampaui imajinasi ego personal kita.
Misi perdamaian, kesejahteraan, dan misi kemanusiaan yang melampaui batas sadar serta nalar kita.
Semua harapan itu akan terejawantahkan setelah diri kita ini berkelimpahan.
Hal itu sesuai irama hukum kehidupan, bahwa kita dapat memberi, jika memiliki sesuatu untuk diberikan! Apa yang paling agung untuk dapat kita persembahkan kepada kehidupan ini?
Diri kita. Diri kita yang kaya dan bermakna!
…
Kediri,ย 16ย Agustusย 2024

