Bagian 32
| Red-Joss.com | Konsep โImitatio Christiโ mengacu pada imitasi Kristus, yang merupakan aspek sentral dari spiritualitas Kristen dan pemuridan. Frase itu sendiri, โImitatio Christiโ adalah bahasa Latin dan diterjemahkan jadi โImitasi Kristusโ. Sementara frase yang tepat tidak digunakan dalam Katekismus Gereja Katolik. Ajaran-ajaran dalam Katekismus sejalan dengan gagasan untuk meniru Kristus dan memberikan panduan tentang bagaimana melakukannya.
Katekismus mengajarkan, bahwa orang-orang Kristen dipanggil untuk mengikuti Yesus Kristus, yang merupakan model kekudusan sempurna dan pewahyuan penuh kasih Allah (KGK 1694).
Dengan meniru Kristus, orang-orang Kristen berusaha menyesuaikan pikiran, perkataan, dan tindakan mereka dengan ajaran dan teladan-Nya. Ini melibatkan transformasi seluruh pribadi, karena mereka berusaha untuk bertumbuh dalam kekudusan dan jadi seperti Kristus dalam sikap, kebajikan, dan tindakan mereka.
Katekismus menekankan pentingnya mempelajari kehidupan Yesus, merenungkan firman dan tindakan-Nya untuk meniru Dia secara utuh dan penuh (KGK 1697). Melalui doa, sakramen-sakramen, dan praktik kebajikan, orang-orang Kristen dipanggil untuk bertumbuh dalam keintiman dengan Kristus dan untuk membiarkan rahmat-Nya mengubah mereka dari dalam (KGK 1697 1698). Proses meniru Kristus adalah perjalanan seumur hidup yang melibatkan pertobatan terus-menerus dan pembaharuan berkelanjutan dari pikiran dan hati seseorang.
Katekismus juga menyoroti kebajikan spesifik yang harus ditanam dalam imitasi Kristus. Sebagai contoh, orang-orang Kristen dipanggil untuk meniru kerendahan hati, kelembutan, dan ketaatan Kristus (KGK 1697). Mereka juga didorong untuk meniru kasih, belas kasihan, dan kesediaan-Nya untuk melayani sesama (KGK 1697).
Dengan meniru Kristus, orang Kristen tidak hanya bertumbuh dalam kekudusan, tapi juga jadi saksi dunia. Katekismus menyatakan, bahwa imitasi Kristus tidak terbatas pada kekudusan pribadi, tapi meluas pada misi Gereja, yaitu untuk jadi saksi Kristus di dunia, membawa kasih, dan keselamatan-Nya kepada semua orang (KGK 1694).
Singkatnya, sementara frase spesifik “Imitatio Christi” mungkin tidak ditemukan dalam Katekismus Gereja Katolik. Ajaran-ajaran dalam Katekismus menegaskan pentingnya meniru Kristus sebagai aspek sentral dari pemuridan Kristen. Dengan mempelajari kehidupan-Nya, merenungkan firman-Nya, dan menyesuaikan hidup ini dengan ajaran-ajaran dan teladan-Nya, orang Kristen berusaha untuk bertumbuh dalam kekudusan dan jadi seperti Kristus; baik dalam pikiran, perkataan, dan tindakan mereka.
…
Rm. Petrusย Santosoย SCJ

