Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kamu tidak mengenal kata rasa malu, bukan?”
(Sindiran Keras)
…
Rasa Malu itu Budaya
Masyarakat bangsa kita sudah sangat dikenal sebagai warga yang memiliki budaya rasa malu. Hak itu sudah sangat dikenal dan menyatu dengan adat serta budaya bangsa kita.
Bahkan lewat mimbar-mimbar keagamaan, kita terus dihimbau agar tetap memiliki urat malu.
Bahkan bangsa kita telah memiliki ungkapan yang sungguh menarik, yakni “Urat malu telah putus.” Idiom indah bermakna ini diucapkan atau ditujukan kala orang itu ‘sudah tidak mempunyai rasa malu alias si tebal muka.’
Ungkapan ini juga dimaksudkan, bahwa seseorang itu sudah tidak memiliki atau memperlihatkan rasa malu, sopan santun, bersusila, atau pun sikap kurang ajar.
Perintah Agama
Secara Alkitabiah (biblis), rasa / perilaku tidak tahu malu sudah digunakan di zaman dulu, ‘aselgeia’
(Yunani), ‘kelakuan tidak tahu malu’ (bdg. Galatia 5: 19)
Republik Dagelan
Republik Dagelan adalah judul Opini dari Seniman Butet Kartaredjasa dalam harian Kompas, Jumat, (9/8/2024).
Pada sub judul “Malu”ku, beliau bahkan menulis, saya sedih seumpama Republik Indonesia tergelincir menjadi “Republik Dagelan.”
Saya lebih suka antitesis Republik Dagelan, yaitu “Republik Maluku.” Maluku dalam konteks ini adalah kata sifat โmaluโ dan berakhiran โkuโ: maluku.
Selanjutnya beliau sangat mengharapkan agar kita tetap setia untuk hidup dalam norma keadaban yang menjunjung etika dan tata krama. โOrang masih mempunyai rasa malu, jika melakukan penipuan, berbohong, inkonsisten alias mencla-mencle,โ demikian Butet.
Dikatakannya juga, bahwa urat malu itu seolah telah lari alias kabur dari perilaku sementara pejabat, politisi, dan orang-orang penting di negeri ini.
Bahkan mereka seolah sudah tidak mempunyai rasa malu. Selebritis cantik tetap bisa mengumbar senyum meski harus mengenakan rompi tahanan dan tangannya diborgol, sindirnya mengakhiri tulisannya.
Bagaimana refleksi kita sebagai warga dari bangsa yang besar ini?
Marilah kita bersama-sama sejak dari dapur keluarga, bangku lembaga pendidikan, institusi keagamaan, dan seluruh warga agar setia membudayakan ‘urat malu’ sebagai warisan bangsa kita.
Siapa lagi, jika bukan kita. Kapan lagi, jika bukan sekarang!
…
Kediri,ย 11ย Agustusย 2024

