Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hanya dua hari dalam setahun di mana kita tidak bisa melakukan apa-apa. Itu adalah kemarin dan besok. Jadilah seperti ini.”
(Mahatma Gandhi)
…
Dia Tokoh Agung Dunia
Dunia tentu sangat tahu, mengenal, dan bahkan sungguh mengagumi figur agung ini, sang pendamai sejati. Dialah Mahatma Gandhi.
Jika kita mau mengenal dan mengenang Mahatma Gandi, sungguh tidak lengkap, jika tanpa mengenal misteri dari kekuatan terdasyatnya di dalam proses perjuangannya. Misteri apa itu?
Misteri dari Kata Kunci Ahimsa
Ahimsa, bagian dari Panca Yana Brata, yaitu lima macam pengendalian diri di tingkat dasar agar manusia dapat mencapai kebagiaan lahir batin.
Secara etimologis, โAhimsaโ berasal dari kata Bahasa Sansekerta. Dari A, yang berarti tidak, dan himsa, yang berarti membunuh atau pun menyakiti. Jadi, ahimsa bermakna โanti kekerasanโ.
Siapakah Sejatinya Mahatma Gandhi?
Ditilik dari potret-potret lahiriah, secara fisik, dia adalah seorang pria biasa, mungil, langsing, bertubuh kecil, berkaca mata, tubuh dililiti seutas jubah kumal, dan selalu memegang sebatang tongkat.
Jika dipandang secara fisik belaka, dia tidak memiliki kekuatan apa pun. Malah, terkesan amat rapuh dan ringkih.
Kekuatan Dasyat secara Mental Spiritual
Namun di balik itu, secara mental dan spiritual, inilah sosok pribadi yang memiliki kekuatan maha dasyat.
Mengapa? Sejatinya, kekuatan terdasyat dari seorang anak manusia, justru tertanam dalam di dasar sanubarinya. Berada di kedalaman pribadinya. Itulah kedasyatan secara mental dan spiritual.
Dia sangat konsisten mempraktikan cara hidup โanti kekerasanโ, sebagai suatu cara untuk meraih suatu perubahan secara sosial politik.
Untuk itu, Mahatma Gandhi bertindak sangat konsisten lewat komitmen hidup yang selalu patuh pada prinsip cara damai.
Saat dia berada di Afrika Selatan, bagaimana teguh dan kokohnya beliau berjuang melawan diskriminasi sosial. Dengar cara, dia terus berjuang mengangkat derajat kaum berkasta rendah yang sangat tertindas.
Buah dari Perjuangan Mahatma Gandhi
Fakta historis telah membuktikan, bahwa seluruh sepak terjang dan kegigihannya dalam memperjuangkan kemanusian via cara Ahimsa, ternyata rohnya mampu menginspirasi dunia.
Berdasarkan aspek historis, dunia telah mencatat, setidaknya terdapat dua tokoh besar dunia, yang ibarat Santo, yakni Martin Luther King Jr dan Nelson Mandela, penerima tongkat estafet dari cara perjuangan Gandhi.
Jadi, dalam seluruh konteks perjuangannya ini, bukan sebuah isapan jempol, jika Mahatma Gandhi dikenal sebagai tokoh simbol perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.
Semoga, lewat roh dari tulisan ini, kita makin mampu bersikap dan bertindak lebih arif, ramah, serta manusiawi.
…
Kediri,ย 10ย Agustusย 2024

