Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Mengapa Anda tidak turut mengomentari atas kejadian itu, tapi Anda hanya diam saja?”
(Anonim)
…
Definisi Umum
Bilamana seseorang itu dapat dianggap sebagai pribadi yang berspiritual tinggi?
Ya, tatkala seseorang itu telah mampu untuk tidak mengharapkan apa pun dari suatu relasi. Jika mereka memberi, itu pun semata-mata demi pemberian itu sendiri. Apa pun yang mereka lakukan, hal itu demi kedamaian dirinya.
Kutipan sebagai ilustrasi pembuka pada tulisan di atas diambil dari sepenggal dialog singkat antara seorang jemaat muda dengan seorang pemimpin suatu sekte keagamaan.
Naluri untuk Menggurui dan Mengadili
Ketika sebuah kerumunan tampak hiruk pikuk dan sesekali terdengar suara teriakan serta bentakan, maka banyak orang mulai datang mendekati.
Tidak ketinggalan, hadir pula di dalam kerumunan itu seorang jemaat muda dengan seorang pemimpin dari sebuah sekte keagamaan.
(Dari berbagai Sumber)
Betapa kecewanya si jemaat muda itu, ketika dia menyaksikan, bahwa seorang pemimpin agama yang tampak hanya diam dan tidak memberikan secuil argumen atau pandangan apa pun.
“Mengapa tadi Tuan tidak memberikan pandangan dan pendapat apa pun atas kejadian itu dan malah hanya diam saja?” Demikian keluhan jemaat muda itu.
“Saya tidak hanya diam, tapi saya juga sedang sibuk bergulat dengan memandang ke dalam diriku. Karena suatu saat kelak, dapat saja, saya akan melakukan kekeliruan serupa itu. Juga saya belum tahu, sejatinya apa inti dari permasalahan itu.”
Ciri Pribadi yang Matang Spiritual
Pribadi yang matang secara spiritual, biasanya cenderung untuk tidak mau sibuk untuk mengubah orang lain. Mereka cenderung untuk fokus menata dirinya sendiri.
Mengapa? Karena mereka biasanya tidak sudi membebani aneka harapan hampa kepada orang lain.
Ketika mereka sadar, bahwa beban sendiri belum mampu dipikulnya, mengapa harus mengomeli orang lain?
Mereka tidak ingin memamerkan diri sebagai pribadi hebat hanya demi mengemis seutas puja-puji, misalnya.
Juga mereka sangat selektif untuk memandang dan menilai kehidupan ini. Karena mereka sudah mampu memilah-milah, hal mana yang jadi kebutuhan dan hal yang mana yang sebetulnya hanya sebuah selera liar.
Biasanya mereka sangat sibuk untuk menata dan mengoreksi diri sendiri.
Jadi, apa kesan dan pandangan Anda terhadap isi tulisan ini?
Pernahkah Anda hidup di antara orang-orang yang dapat dikategorikan sebagai pribadi-pribadi berspiritualitas tinggi, ataukah sebaliknya?
Semoga roh dan spirit dari tulisan ini mampu menyadarkan kita, agar selalu hidup sadar dan tahu diri!
Oh, sang kerendahan hati, di manakah engkau berada?
…
Kediri,ย 9ย Agustusย 2024

