Simply da Flores
…
5.
Jika NKRI adalah seorang petani
Ada yang dengan bangga di tengah sawah ladangnya
Menabur benih dan
merawat setia
memohon berkah musim yang selaras
untuk tumbuhkan tanaman hijau berbunga dan berbuah lebat
Dambakan panen melimpah bagi rezeki keluarga
Sawah ladang warisan orangtua leluhur dan pinjaman anak cucu
Kebun sawan ladang sumber kehidupan turun temurun
Di tengah gelombang modernisme digital milenial
yang tetap membutuhkan makanan dari karya tangan petani
Ada yang merana melangkah gontai
karena mereka hanya butuh tani sehingga tak punya lahan
Ada yang terkapar penuh lara derita
karena tergusur dari tanah lahirnya
karena terusir dari kebun ladangnya
karena dicaplok harta warisan milik mereka
Demi usaha tambang para pemodal
Demi perkebunan milik para investor
Demi proyek perumahan dan kota dalam pembangunan
Demi jalan tol dan sarana publik lainnya tanpa ganti untung
6.
Jika NKRI adalah seorang nelayan
sahabatnya adalah ombak gelombang
Ibunya adalah samudra luas terbentang
Kaki tangannya adalah kail dan jala
Nafasnya adalah sampan kayu sederhana
Rindu dambanya adalah dayung
Hidup dalam perjuangan dan kepasrahan
pada samudra maha cinta
Yang memberi tanpa meminta balas
Yang merangkul tanpa pilih kasih
Yang membagi rezeki kepada yang datang meminta
Menjadi nelayan sederhana
karena nenek moyangnya adalah pelaut
Zaman berubah dan makin canggih
ada banyak nelayan modern dengan sarananya mutakhir
Kapal bermesin dan pukat raksasa
menangkap ikan berbagai jenis
bahkan telur ikan pun bisa dikuras
Untuk bisnis dan aneka produk makanan
Menghimpit nelayan sederhana yang berbekal doa pasrah
Dan
banyak wilayah pantai serta area laut
telah dikapling menjadi milik pemodal
sehingga nelayan kecil tergusur tak berdaya
NKRI negeri bahari yang kaya
Bukan saja aneka ikan dan udang
tetapi mutiara, minyak, gas dan mineral
Maka
sekarang laut pun dikeruk isi rahimnya
makin banyak limbah beracun ditebarkan
aneka polusi plastik terus menyebar
Ribuan kapal asing mengganti bendera merah putih agar bebas merampok kekayaan laut
Dan
nelayan sederhana hanya merintih
Anak-anak negeri hanya lirih mendengar aneka cerita pedih
Karena
ada sejumlah warga negeri bahkan pihak yang bertugas mengamankan laut
ternyata ikut bermain ombak bersama maling
Jiwa bahari anak bangsa
mungkin tersisa lagu kenangan
karena daratan dikuras isinya dan kekayaan laut dibiarkan bagi para maling
7.
Jika NKRI adalah seorang guru dan pendidik
Mereka berjuang mencerdaskan anak-anak pewaris negeri
Agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kebijaksanaan
Meskipun
nasib mereka warna-warni
apalagi yang di wilayah pelosok, terluar dan termiskin
Benarlah lagu yang sering dikumandangkan
“Terpujilah wahai Ibu Bapa guru…
Pahlawan tanpa tanda jasa…”
Mereka penuh semangat mengabdi bangsa
Mereka sungguh patriot sejati
bekerja siang malam mencerdaskan kehidupan anak negeri
Namun
selalu menjadi korban kebijakan pergantian kurikulum
sering miris berhadapan dengan anak didik dan orangtuanya
karena pendidikan semakin mahal
Banyak tagihan tugas harus dipenuhi
namun haknya belum sepenuhnya dijamin
Ada fenomena zaman digital milenial
Kegiatan pendidikan juga digitalisasi
tagihan kemajuan zaman untuk berubah
Bukan saja peserta didik, tetapi para guru dan orangtua
Maka
wajah pendidikan menjadi semakin carut marut
antara kemampuan pendidik, jaminan hak para guru dengan tagihan tugas
Pendidikan sudah menjadi lahan bisnis
dan
sedang terluka parah karena korupsi pun terjadi di lingkungan pendidikan
Kemana langkah generasi pewaris NKRI
“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”
…

