Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Janganlah membuang aku pada masa tuaku.”
(Do not cast me off in my old age)
(Paus Fransiskus)
…
Sebuah Ironi Besar
Di zaman yang sudah kian canggih dan modern ini, ternyata ada sebuah sudut dari sisi kehidupan manusia yang justru kian tercecer dan terbengkelai alias tidak terurus, merana, dan sengsara. Apa itu?
Itulah soal kesepian di saat lansia. Keberadaan dan kesengsaraan hidup riil dari para lansia kita. Ironis, bukan?
Kini pun di kenal dengan predikat, ‘kepribadian ambang’, yakni penyakit psikologis kesepian. Suatu saat yang sangat mencekam, kala para lansia merasa sangat kesepian dan terisolasi. Kondisi negatif psikis ini, tidak hanya berekses buruk pada kesehatan secara mental, namun juga fisik.
Hari Kakek Nenek dan Lansia
Tulisan ini diturunkan berdasarkan refleksi panjang saya atas penetapan dari Sri Paus Fransiskus, bahwa tanggal 28 Juli sebagai Hari Kakek Nenek dan Lansia sedunia dengan tema Do Not Cast Me Off in My Old Age. “Janganlah membuang aku pada masa tuaku.”
Surat kepada Redaksi
Harian Kompas, Selasa (6/8/2024) menurunkan tulisan dari saudara Kosmantono, dalam Opini, Surat kepada Redaksi berjudul, “Kesepian Saat Lansia.”
Pengalaman yang Menyedihkan
Sungguh saya sangat tergelitik atas isi dari surat kepada Redaksi itu.
Di dalamnya dikisahkan, bahwa betapa pahitnya nasib seorang Nenek dan janda yang terbuang dengan cara sangat unik.
Semula dia tinggal bersama anak, mantu, dan cucunya. Satu hari keluarganya mengajak piknik bersama ke gunung dan pantai. Nenek itu sangat bahagia, karena merasa diperhatikan keluarga.
Pada akhir piknik, dia diajak ke sebuah rumah untuk menginap dan ditempatkan pada sebuah kamar tersendiri. Saat bangun pagi, Nenek itu tidak menjumpai lagi anak, mantu, dan cucunya. Akhirnya dia sadar, bahwa anaknya telah menempatkannya di sebuah panti jompo.
Nenek itu tetap menunggu dan berharap anaknya menjemput kembali. Tas koper berisi pakaian ditaruh di bawah ranjang. Tiap hari pakaian ditata ke dalam koper tersebut. Sampai kapan Nenek itu menunggu? Demikian tulis Kosmantono.
Refleksi Panjang Kita
Apa pandangan dan sikap batin kita saat membaca dan mencermati isi tulisan ini?
Ya, tentu antara rasa miris, sedih, konyol, marah, brengsek, dan kurang ajarnya anak serta menantu ini kepada Nenek. Sungguh, betapa kejamnya sikap kehidupan ini kepada para lansia.
Maka, kini, kian sadarlah saya akan tujuan luhur dari ajakan Sri Paus Fransiskus yang menetapkan tanggal 28 Juli sebagai hari Kakek Nenek dan lansia.
Dunia yang Sakit
Sesungguhnya, kini kita pun hidup serta berada di dalam sebuah planet bumi yang sedang sekarat dan sakit parah.
Kini hadirlah sebuah kondisi miris, hilangnya perasaan hormat dan kasih sayang para anak kepada para orangtua mereka yang telah menghadirkan, memelihara, membimbing, serta menuntun mereka menuju kedewasaan.
Semoga lewat sebuah pengalaman pahit ini, kita sadar untuk merenungkan, dan mampu menumbuhkan kembali rasa cinta serta kasih sayang sejati kepada para lansia kita.
…
Kediri, 8 Agustus 2024

