“Mengikuti dan meneladani Tuhan Yesus itu tidak boleh setengah hati, tapi harus sepenuh hati dan secara radikal.” – Mas Redjo
…
Mengapa harus sepenuh hati dan radikal?
Kita dituntut untuk memiliki pribadi yang murah hati. Mengasihi sesama secara totalitas sebagaimana Allah itu kasih!
Terpatri dengan jelas dan gamblang dalam “Doa Bapak Kami.” Untuk saling mengampuni dan mengasihi. Mengampuni hingga 70×7. Kita dituntut untuk mengasihi tiada akhir, karena hidup ini adalah kasih-Nya.
Bagaimana, jika orang yang kita mintai maaf dan ampunan itu tidak mau memaafkan?
Hal itu, kini, yang terjadi dan saya alami. Sudah beberapa kali saya minta maaf pada SM, baik lewat WA atau langsung. Tapi tidak ditanggapi. Bahkan yang membuat saya sedih adalah, telepon saya selalu dirijectnya. Setiap kali bertemu dengan saya, SM langsung menghindar dan pergi menjauh.
Saya sendiri tidak tahu, alasan SM membenci seperti itu. Padahal, jujur, awalnya adalah kesalah-pahaman, saya dituduh naksir gadis yang ditaksirnya. Gara-gara jalan pagi dengan sesama alumni lainnya.
Saya sadar, mengalah, tidak mau ribut, dan hal itu tidak mungkin saya lakukan. Karena saya mempunyai istri dan anak. Juga gadis itu memberi klarifikasi pada saya, bahwa ia tidak pacaran dengan SM atau sesama alumni!
Faktanya SM tidak mau memberi maaf, bahkan menjauhi saya. Oleh teman-teman, saya diminta untuk tidak menghiraukan SM. Etikat baik dan kebesaran hati saya pada SM dinilai oleh mereka lebih dari cukup.
Anehnya, sebelum SM memaafkan saya, hati ini serasa belum plong, lega, dan puas. Di hati ini ada yang mengganjal. Bisa jadi, saya dan SM berteman sejak kecil, dan kami bertetangga.
Saya tidak bisa bersikap cuwek dan masa bodoh pada SM, karena saya kasihan padanya. Hatinya tiada damai. Ia kehilangan cinta kasih, sehingga hatinya mengeras dan membatu.
Tuhan Yesus meminta kita untuk mengasihi sesama tanpa batas. Saya tidak mau kehilangan teman dan dimusuhi SM. Saya harus mendoakan SM, karena Tuhan yang mampu mengubah hatinya.
Sambil memejamkan mata, saya bersenandung lagu “Curahkan Rahmat” dari Puji Syukur (603):
Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru. Engkau Kusucikan dan Kubersihkan dari cinta diri, engkau…
Ya, Tuhan ubahlah hati SM yang keras membatu itu jadi hati-Mu.
…
Mas Redjo

