Simply da Flores
…
4.
Lukisan Obyek Mistik – Gaib
Seorang satria memegang keris dan menikam raganya
Barong yang mistis memberi energi
Dan
seekor naga menggeliat di samudra
menjadi kendaraan seorang perempuan cantik
berhias mahkota dan penuh pesona
entah siapa nama dan pangkatnya
entah ratu penguasa samudra
entah Srikandi pemilik naga
Lalu
di langit yang bertabur cahaya ajaib
ada dua tangan sujud menadah
Apakah sedang berdoa atau berserah
Siapakah yang di sini dan yang di sana
Sang pelukis melihat apa yang tidak semua orang mengalami
Sang seniman menyajikan apa yang misteri
Pemirsa dihentak akan realitas rahasia
Ada alam sakral dan gaib
ada dan terjadi meski tak semua melihatnya
Nalar ingin tahu semua hal dalam semesta
namun kemampuan meraihnya terbatas dan pengalaman tak semua mampu dicerna nalar
termasuk diri pribadi kita sendiri
“Siapakah aku ini?”


5.
Lukisan Obyek Generasi Milenial
Setiap generasi ada zamannya
setiap makhluk ada habitatnya
setiap kisah ada waktu konteksnya
Maka
Tidak mudah memahami anak-anak generasi milenial
Mereka punya warna dinamika pesona
yang khas dilahirkan zaman digital ini
Di atas kanvas aneka ukuran
Seniman memotret sosok kreasi mereka
bagaimana dinamika inovasi dirinya
seperti apa gelora rasa dan jiwanya
Siapakah mereka yang muda dan ceria
Ke mana akan berkelana menjawab rindu damba adanya
6.
Lukisan Obyek Surealis
Ada lukisan yang menghentak
beberapa bagian tubuh yang terpisah
Mata, buah dada, bibir terlihat jelas
Namun
bagian itu berbeda ekspresi dan terjepit di antara bentuk dan warna obyek abstrak lainnya
Dan
Jemari sang seniman bisa mempersatukan dalam satu kanvas
dengan pilihan garis dan warna
Ada satu hewan yang sedang diam
tetapi aneka binatang ukuran besar kecil ada
menyatu dalam imajinasi sang pelukis
Lalu diberi judul bahtera Nuh
agar pemirsa yang menyaksikan bisa kembali mengingat kisah air bah dan Nabi Nuh
Seniman mengajar pemirsa dengan garis dan warna
bukan dengan kotbah atau wejangan suci
7.
Obyek Nostalgia Masa Kecil
Aku tersenyum bernostalgia
saat masih di bangku sekolah dasar
Bagaimana belajar menggambar dipandu Ibu Bapak guru
Ada dua atau tiga gunung berderet
Ada hamparan sawah membentang
Ada garis jalan meliuk melintasi persawahan
Ada tanaman padi di petak-petak sawah
Dan
tak ketinggalan matahari di antara gunung
Entah dalam bulatan penuh dengan garis sinar di kelilingnya
Entah hanya setengah di antara sela gunung
Saat saksikan lukisan serupa di pameran
Aku kembali ingat masa kecilku
Aku terkenang wajah para guruku
Aku tertawa geli pada diri sendiri
karena tidak pandai membuat lukisan
apalagi dengan warna-warni indah
Terima kasih Sang Pelukis
sudah membawaku bernostalgia masa kecil
sudah mengajariku melukis diri
Hari ini memilik sejumlah kisah kemarin
Hari ini menyiapkan cerita esok
…


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.