| Red-Joss.com | Beberapa teman yang melayani Tuhan tidak lewat mulut dan bukan sebagai orang dalam, atau tidak dan jarang sekali dekat dengan altar. Misalnya polisi, hakim, tentara, satpam, penjaga kebun binatang, tukang cukur, tukang tambal ban, tukang urut, pengamen, dan sebagainya.
“Bapak, apakah ukurannya, bahwa kami yang pekerjaannya jauh dari mengajar atau memberi renungan (seperti Bapak), apalagi khotbah, bisa dibilang ikut mewartakan Injil?”
Tugas: Memberitakan Injil kepada seluruh makhluk itu adalah untuk semua orang Katolik, yang tujuannya untuk memberitakan Kabar Baik kepada seluruh ciptaan sebagai milik Tuhan. Kita, manusia, bukanlah makhluk tunggal di bumi ini, tapi sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk melihara, merawat seluruh makhluk.
Caranya: bisa dengan perkataan, juga bisa dengan perbuatan.
Ukurannya: seperti yang dikatakan St Paulus dalam Kolose 3: 23 yang berkata, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Pokoknya AMDG bro!
Apa itu AMDG, Pak? “Asal Mendahulukan Dawuhing Gusti.” Jika patokan yang kita lakukan itu AMDG, maka apa pun yang kita lakukan termasuk mewartakan Injil. Maka tidak akan ada lagi ujaran: “Gajah diblangkoni sebab keduanya bisa jadi wujud Good News.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

