| Red-Joss.com | Ketika di pagi hari bangun tidur, sambil duduk di pinggir tempat tidur.
“Oh, saya masih bisa bernafas, bisa melihat, mendengar, merasa dan bergerak,” pikir saya.
“Segala puji bagi-Mu, karena Kau kembalikan semua daya hidupku dari tidurku malam ini, ke dalam tubuh yang tidak sempurna.”
Lalu kuhela nafas dalam-dalam, pertanda hidupku belum berakhir.
Banyak orang yang mengira bisa bangun berkat bantuan alarm. Sebelum tidur, alarm jam disetel di waktu yang ia kehendaki. Saat terbangun, ia pun menganggap bangun tidurnya karena mendengar suara alarm. Begitu pula, banyak orang yang mengira ia bisa bangun tidur, karena dibangunkan keluarganya, atau suara ayam berkokok atau suara doa subuh dari mushola sebelah rumah.
Padahal, tanpa kehendak-Nya, semua cara untuk membangunkan kita tidak ada gunanya. Hanya karena kehendak Tuhan, kita bisa mendengar bunyi alarm. Hanya atas seizin-Nya, kita bisa merasakan sentuhan tangan keluarga yang membangunkan kita. Hanya karena kasih-Nya, jiwa kita dikembalikan ke tubuh tak sempurna ini, dalam keadaan yang utuh.
Maka, menjelang malam, sebelum tidur kudaraskan sembah sujud ini : “Ke dalam Tangan-Mu, kuserahkan hidupku. Amin.”
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

