Dimaafkan Berbuah Memaafkan

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK


“Kita sebaiknya selalu mempertimbangkan seseorang sebagai suatu keseluruhan dan bukannya hanya kesalahan yang dilakukannya.”
(Anonim)

Adagium Humanis

Saya mengawali tulisan ini dengan sebuah pepatah kuno, “Tiada gading yang tak retak.” Saya lalu menyandingkannya dengan adagium berbahasa Latin, “Errare humanun est.”

Tiada Mawar tak Berduri

Ada pun makna dan amanat sentral dari kedua idiom kearifan ini senada, semakna, dan seamanat pula.

Didaktika hal kearifan hidup yang termaktub di dalamnya, bahwa tiada manusia yang sempurna. Karena sifat kekeliruan itu sangat manusiawi.

Perihnya Pergulatan Batin

Seorang karyawan muda diam-diam menyelewengkan beberapa ratus dolar uang perusahaan tempatnya bekerja. Saat perbuatan itu terungkap, pria muda disuruh melapor ke kantor wakil presiden senior. Saat ia menaiki tangga menuju kantor pejabat administratif itu, hatinya terasa berat. Ia yakin, ia akan kehilangan pekerjaan. Ia juga takut, kalau perusahaan akan mengambil tindakan hukum terhadap dia. Tampaknya dalam hitungan detik seluruh dunianya akan runtuh.

Maaf itu Berbuah Maaf

Setibanya di kantor pejabat senior dan setelah diinterogasi, ia pun segera mengakui seluruh perbuatannya.

“Apakah, jika kesalahan Anda akui, pihak perusahaan tidak mengambil tindakan hukum dan Anda boleh bekerja lagi di bidang ini, apakah kami dapat mempercayai Anda?”

“Ya, Pak! Tentu! Saya bersumpah, akan belajar dari kesalahan saya!”

“Saya rasa, Anda perlu tahu, bahwa Anda adalah orang kedua di perusahaan ini yang telah menyerah pada godaan dan diberikan maaf.โ€

Saya, adalah orang pertama. Apa yang Anda lakukan, dulu pernah saya lakukan.

Maaf dan kemurahan hati yang Anda terima kini, dulu pun pernah diberikan kepada saya.

Yakinlah, bahwa hanya kasih karunia Gusti Allah yang telah menyelamatkan dan memelihara kita berdua.”

(Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang)

Itulah dasyatnya kekuatan agung dari sikap memaafkan dan pengampunan.

Anda dan saya akan terdiam serta tertegun sambil tersungkur bersujud, “Sungguh Tuhan, betapa dasyat kuasa Kasih-Mu!”

In Te Confido!

Kediri,ย 2ย Agustusย 2024