Fr. M. Christoforus, BHK
“Beberapa orang mencapai puncak tangga keberhasilan hanya untuk menemukan, bahwa tangga itu menyandar ke dinding yang salah.”
(Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang).
…
Apa Tujuan Hidup Kita?
Saya teringat dengan sebuah adagium sangat kuno, berupa pertanyaan retoris, “Sang manusia, engkau hendak ke mana?”
Di dalam melintasi gairah hidup dan menyeberangi arus deras dinamika hidup ini, kadang kala ada pribadi manusia, yang justru sangat berani untuk mengajukan pertanyaan filosofis kepada dirinya.
“Aku ini, siapa? Aku ini, datang dari mana dan hendak pergi ke mana? Serta apa tujuan hidupku?”
Doyan Memasalahkan Hal-hal tak Penting
Ketika manusia getol dan doyan untuk membesarkan hal-hal kecil serta suka mengejar hal-hal yang kurang penting, Anda dan saya, kita, sedang berada di mana?
Kita sedang berdiri pada posisi (yang) di sebelah mana? Ataukah mungkin juga, justru kita ini, sebagai dalang yang suka meributkan hal-hal kecil dan membesarkan hal-hal sepele?
“Apa yang Anda Kejar,” tulisan ini bernuansa reflektif dan filosofis atas dinamika kehidupan manusia. Mengapa?
Ternyata, kita sering menghamburkan energi diri ini hanya dengan mau merepotkan untuk mengurusi hal-hal kecil dan doyan pula untuk membesarkan hal-hal yang tidak penting.
Hal ini justru mau mengindikasikan, bahwa kita sebetulnya tidak fokus dalam ziarah hidup ini. Hidup hanya mau memasalahkan hal-hal kecil dan remeh dengan tanpa berfokus pada tujuan hidup kita.
Sebagai Potret Diri Kita
Mari kita ikuti didaktika hidup dua bersahabat yang sedang mengaso dalam perjalanan mereka.
Saat keduanya mendarat di New York City, ternyata mereka masih memiliki waktu sebanyak sembilan jam sebelum melanjutkan perjalanan.
Keduanya lalu menyewa taxi untuk berkeliling ke beberapa tempat terkenal. Sopir itu jadi guide mereka.
Ternyata, seorang dari keduanya tampak tidak fokus, karena hanya sibuk mengamati penampilan sopir itu.
Dia pun kemudian berbisik kepada sahabat yang sangat konsen dan fokus itu, “Lihat, dia memakai baju terbalik.”
Tindakan dan isi bisikan itu, ibarat seekor anjing kecil yang sibuk mengejar seekor gajah. Ketika ia mendekati raksasa berbelalai itu, maka sadarlah dia, bahwa objek kejaran itu bukanlah sasarannya.
Mari pastikan, bahwa hari ini apa yang sedang Anda kejar?
Apakah hal yang dikejar itu, benar-benar sebagai sasaran dan tujuan hidup Anda?
“Cape hidup ini,” keluh seseorang, kala dia sibuk mengurusi hal-hal kecil yang tak berguna!
…
Kediri,ย 1ย Agustusย 2024

