Simply da Flores
…
Riuh ramai kendaraan hilir mudik
Banyak yang bergegas pulang sesuai kerja
di trotoar keliling Monas agak sepi
hanya beberapa yang melintas menuju halte kendaraan umum
yang lain sedang berolahraga
ada berapa yang sedang berpose
Angin bertiup lembut menanti malam
langit satu ditutup awan dan polusi
Mentari senja tak nampakkan wajah seperti biasanya
Beberapa pemulung melintas mengais rezeki
ada juga penjual minuman dan jajanan
Aku rehat menyaksikan dari bangku trotoar
sambil memandangi Monas dari balik pagar besi
lampu penghias Monas belum menyala
sehingga puncak emasnya masih buram
Mungkin seburam nasib rakyat saat ini
Kucoba berjalan keliling menyusuri trotoar
sambil memandangi hamparan taman dan pepohonan Monas
Jutaan jejak kisah telapak cerita terpapar
Kisah perjuangan rakyat tempo ‘doeloe’
Kisah Orang Betawi yang sudah tergusur
Kisah warga Salaka Negara yang pergi
Kisah keroncong Kemayoran hingga bandar Jakarta
Kisah Si Pitung, Si Doel, Mandra dan lenong
Kisah para pedagang India, Arab, China dan Eropa
Kisah kolonial Belanda, Inggris dan Jepang
Serpihan puing cerita memoar berserakan
Cerita perjuangan kemerdekaan NKRI
Cerita Istana Negara dari zaman Ode Lama, Orde Baru, Orde Reformasi dan Milenial
Cerita gedung-gedung keliling Monas
Cerita andong, oplet, becak, bajaj hingga bis kota, KRL dan Transjakarta
Cerita gemerlap Ibukota dan lenggak-lenggok Jakarta
Cerita suka duka setiap pengunjung Monas
Dan
masih kutemukan jejak kisahku yang merana
antara peluh keringat, harapan dan puncak Monas
Ada cerita cinta pernah bersemi di sini
“Tidak semua harapan menjadi kenyataan
karena pilihan dan keputusan bisa berubah
sering terkait kebutuhan dan jaminan materi
Juga soal selera dan gengsi zaman”
Senja berlalu dan malam pun tiba
Semarak wajah Metropolitan merekah
diterpa kemilau lampu warna-warni
Dan
Aku berhenti rehat di taman pojok
mencari kenangan yang tergores di sini
Antara gerbang utara Monas dan Istana Merdeka
Monas makin mempesona dihiasi lampu pelangi
mungkin pelangi rindu damba anak negeri
Puncak emasnya makin bersinar
mungkin pijar harapan putra-putri bangsa
karena sebentar lagi dirayakan HUT NKRI-79
Terlihat megah dan anggun Istana Merdeka
Lambang Garuda Pancasila bersinar terang
gedung putih penuh sejarah berdiri membisu
Sudah tujuh Presiden berkantor disini dan membuat aneka kebijakan mengisi kemerdekaan NKRI
Katanya,
nanti Presiden kedelapan akan berpindah ke Ibukota Nusantara
membuat lembaran baru sejarah NKRI
menuju Indonesia emas mewujudkan cita Proklamasi
Menjadikan NKRI Mercusuar Dunia
dengan Tri Sakti
karena korupsi dibabat dan dicabut akarnya
dengan menegakkan hukum yang adil
dan segenap pemimpin serta seluruh rakyat adalah Patriot Pancasila
Merah Putih berkibar di lintas kathulistiwa
“Majulah Indonesiaku
Sejahtera dan jayalah bangsaku
Adil makmur lah segenap rakyat
NKRI jaya selalu
Merdeka…!”

