“Ketika kita berani mendulukan dan memudahkan urusan orang lain, berarti kita telah melepaskan diri dari kesulitan sendiri.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Buang pikiran negatif itu, jika bisa mudah, kenapa dipersulit. Diganti dengan hal positif kita mendulukan kepentingan orang lain agar hidup kita dimudahkan.
Ketika diprotes anak, mengapa saya memilah-milah sampah RT, padahal hendak dibuang?
Jawaban saya, bak sampah itu disekat, untuk sampah kering dan basah agar memudahkan petugas kebersihan komplek mengambil dan memanfaatkan barang bekas yang mempunyai nilai keekonomian itu untuk dijual. Pemulung agar tidak mengorek-orek dan membuat sampah itu jadi berantakan.
Bagi saya repot sedikit itu tidak masalah, jika memberi manfaat untuk orang lain.
Begitu pula, saat bepergian. Jika ada tetangga atau anak sekolah yang mempunyai tujuan searah, saya mengajaknya berbarengan. Saya tidak merasa direpotkan, karena mempunyai teman ngobrol dan bbm yang habis juga sama.
Dengan membiasakan diri untuk mendulukan kepentingan orang lain dan tanpa beban itu membuat tubuh saya jadi nyaman, tentram, dan bahagia.
Membangun budaya mendulukan kepentingan orang lain itu dapat juga dilakukan di dalam angkutan umum, saat mengantri membeli tiket atau saat membayar di kasir. Khususnya kita mendulukan mereka yang lebih tua dan Ibu hamil.
Hasilnya adalah saya merasakan kemudahan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, bahkan serasa tiada masalah atau konflik. Semua jadi mudah dan lancar.
Disadari atau tidak, ketika kita membiasakan diri mendulukan kepentingan orang lain, sejatinya kita telah mengalahkan ego sendiri!
Mas Redjo

