| Red-Joss.com | Setiap kali disinggung atau ditanya tentang aktivitasnya dalam kerja dan kegiatan sosial, jawabannya selalu sama, dan tidak berubah: “Karena Tuhan amat mengasihiku.”
Semula saya dan teman yang lain merasa aneh dengan jawabannya yang itu-itu saja, bahkan seperti tidak ada kata lain. Hal itu membuat kami jadi penasaran.
Meski dikorek, NN selalu tersenyum dan tidak memberi jawaban yang lain. Wajahnya yang sumringah dan sorot matanya yang cemerlang itu suatu bukti, dia jujur dan bersahaja. Jika topik pembicaraan hal umum, dia menjawab dengan senang hati dan terbuka. Banyak tawa, bahkan cenderung konyol.
Jujur, saya jadi makin penasaran dengan sikapnya itu. NN selalu ada dan hadir dalam banyak kegiatan sosial. Dia selalu mempunyai waktu dan memberi donasi, jika dimintai bantuan dalam aksi nyata. Bahkan dia tidak pernah menolak. Karena dia murah hati.
Jawaban NN yang selalu diulang, ‘karena Tuhan amat mengasihiku’ itu suatu bukti, bahwa pengalaman hidup NN akan kasih Tuhan amat luar biasa.
“Pucuk dicinta ulam pun tiba,” ketika siang itu tanpa hujan atau angin, saya diajak singgah di rumah NN.
Ternyata rumah NN besar, luas, dan tertata rapi. Dari luar tidak tampak, jika rumahnya itu menyatu dengan toko usahanya yang agen sembako. Karena di belakang toko itu rindang dengan pepohonan.
Tapi yang membuat saya kagum sekagumnya dengan NN adalah keluarga yang ‘sumanak’ itu.
“Oom mau minum apa…,” tanya putri bungsu NN, yang TK besar itu ramah, membuyarkan lamunan saya.
Dari NN, pikiran saya jadi terbuka. Untuk melayani tamu, siapa pun dia dilayani oleh keluarganya sendiri. Alasannya, itu tamu keluarga yang harus dilayani dengan baik.
Sejak dini, NN dan istri mengajari anak-anaknya bekerja agar tidak manja dan bergantung pada orang lain, tapi agar percaya diri dan mandiri.
Menumbuhkan kesadaran anak untuk bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungan, itu alasan NN mengajari anak-anaknya untuk mandiri dan rendah hati.
Saya makin hormat pada keluarga NN. Saya juga makin merasa kecil dan tidak berarti, jika pelayanan saya dibandingkan dengan sikap dan kerendahan hati NN.
“Karena Tuhan amat mengasihi kita” adalah sikap yang harus kita miliki untuk menanggapi kasih-Nya. Bahwa yang kita perbuat dengan segenap hati itu untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia (Kolose 3: 23).
…
Mas Redjo

