Simply da Flores
…
Siang ini lengang sepi di Taman Tugu Proklamasi
angin semilir melerai terik mentari
daun-daun hijau tersenyum ramah
disirami air bening sang perawat taman
Dijaga disiplin para petugas
Gema suara pembacaan teks Proklamasi mengiang
dari pelataran Tugu Proklamasi
Sosok kedua Proklamator tegak berdiri
mengapit prasasti teks Proklamasi
Di sinilah Pintu Gerbang kemerdekaan NKRI
Di sinilah saksi sejarah lahirnya NKRI
Di sinilah para pendiri bangsa letakkan dasar makna
Di sinilah akhir penjajahan kolonial dideklarasikan
Di sinilah babak baru sejarah bangsa
Taman Tugu Proklamasi NKRI
Sudah rapi dan asri tempat sejarah ini ditata dan dijaga
satu bukti bentuk terima kasih dan hormat
atas makna istimewa dan arti keramat sejarah
Meskipun tidak semua pihak peduli
apalagi sadar datang nyekar memaknai
bahkan banyak pejabat penting NKRI
Mungkin karena sibuk bekerja mengisi kemerdekaan
Mungkin tak sempat ingat karena tersita waktu mengabdi bangsa dan tanah air Indonesia
Mungkin terlalu sibuk melaksanakan kewajiban tugas jabatan publik
Dalam hening sepi dan sejuknya siang ini
Sempat kutulis sepenggal doa syukur
atas karya Allah menganugerahkan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia
Sempat aku nyatakan terima kasih kepada para Proklamator dan segenap Pahlawan Kusuma Bangsa
yang korbankan jiwa raga dan harta
demi meraih kemerdekaan bagi bangsa dan lahirnya NKRI
Dan
Saat ngantuk laku terlelap ditidurkan sejuk angin
Aku mendengarkan pesan Sang Proklamator dan sejumlah sesepuh bangsa
bagi kita segenap anak negeri penerus bangsa
bagi kita putra-putri pewaris NKRI tercinta
Petuah, doa dan harapan menjelang HUT NKRI-79
“Kepadamu para Generasi Muda Pewaris NKRI
Jangan sekali-kali melupakan sejarah dirimu, keluarga dan sukumu, bangsa dan tanah airmu
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Belajarlah mengenal diri pribadi dan pahami sejarah leluhurmu
Hormati orangtua leluhur dan para pendahulumu
Jika Sang Pencipta saja memilih orangtuamu untuk melahirkan dirimu
serta para leluhur dan penjasa pendahulu dipilih menghadirkan kalian
Mengapa kalian tidak menghormati dan menghargai mereka?
Pribadi yang tidak menghormati orangtua leluhurnya
pasti menjadi manusia yang tidak utuh dan hidupnya tidak berkah
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghormati jasa para pahlawan dan pendahulunya
Ingatlah dan camkan bagi hidupmu dan masa depanmu
agar bermakna, berguna dan bermartabat”
“Wahai para Tokoh Bangsa…
Tugas dan jabatanmu adalah mulia dan terhormat
Entah menjadi pejabat publik di NKRI
Entah sebagai orang sukses yang kaya raya
Entah sebagai tokoh adat budaya
Entah sebagai tokoh agama
Entah sebagai pribadi cendekia pintar pandai
Entah sebagai ahli dalam aneka profesi
Tunjukanlah kehormatan dan harga dirimu
Ajarlah para generasi muda dengan teladan hidup dan karyamu
bukan hanya kata-kata belaka tanpa teladan
Takutlah akan Sang Pencipta
Hargailah tugas tanggung jawabmu
Jalankan kewajibanmu dan ambillah hanya hakmu
Janganlah menipu diri demi kekuasaan, harta dan seleramu
Bumi dan langit mencatat dan Allah Maha Melihat
Segenap mata rakyat menonton, apalagi di zaman digital milenial ini
Kalian tak bisa bersembunyi dari segala tingkah lakumu
Katakan benar itu benar dan salah itu salah
Bertindaklah adil dan bijaksana
Jadilah pribadi bermartabat serta patriot bangsa dan NKRI tercinta”
…

