| Red-Joss.com | Umumnya, orang yang sukses adalah yang tanah, apakah anak orang kaya atau orang miskin. Tabah adalah satu kemampuan dapat cepat pulih atau ‘move on’ dari shock atau pengalaman dahsyat yang mengguncang mental. Seperti ditinggal mati pasangan, cerai, pasangan sakit tak berdaya, dan sebagainya. Bertahan sampai akhir.
Saya merasa diri ini sebagai pribadi yang tabah, setelah aneka guncangan hidup dapat saya lewati sepanjang hidup ini. Saya meneladani cara Simbok dan Bapak menjalani hidup mereka yang berliku dan berbatu. Sosok yang seperti digambarkan dalam KBBI, 1991. Tabah, karena mempunyai daya menghadapi (godaan, bahaya, kesulitan). Tabah, karena kuat dan teguh dalam menghadapi godaan; berani menghadapi aneka macam kesulitan.
Membaca ivedecided.org, dikatakan, bahwa orang yang tabah itu lebih suka bekerja secara kolaboratif daripada sendirian. Bukan karena mereka tidak bisa bekerja sendiri, tapi, karena mereka paham betul manfaat kerja sama tim. Orang yang tabah bekerja bersama orang lain, seraya memberikan dukungan agar orang lain bisa berdayaguna.
Sebagai karunia, sikap tabah itu didayagunakan demi kebaikan bersama. Seperti sebuah nyala, tabah akan menginspirasi hidup yang lebih baik.
Bagaimana menerapkan ketabahan di lingkungan?
Nabi Yeremia selalu tabah jadi seorang pewarta. Seringkali dia merasakan beratnya tugas sebagai pewarta, karena sangat sering dicemooh, dijadikan bahan tertawaan (Yer. 20: 7-8). Tuhan terlalu kuat baginya untuk menyerah (Yer. 20: 7). Tugas pewartaan ini harus Yeremia lakukan sampai akhir.
Kita juga, bukan?
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

