“Hidup adalah kesempatan terbaik untuk memberi kontribusi positif di lingkungan sekitar.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Karena itu, saya memilih diam dan tidak bereaksi, ketika yunior saya dipercaya Bos untuk jadi atasan saya yang lebih senior ini.
“Bos bijaksana, dan dia lebih baik dari saya. Aneh! Saya menerima kenyataan, tapi kau yang sewot,” saya bergelak. Tidak menanggapi lebih jauh komentar miring TN. Nyinyir itu tanda sirik dan tidak mampu.
Sadar diri dan berani menerima kenyataan itu bijaksana dan hikmat Tuhan. Saya bersyukur, hingga saat ini saya komitmen dan konsisten, bahwa bekerja itu tidak untuk jadi yang terbaik dan demi pencapaian semata. Tapi yang utama adalah pemberian diri yang terbaik dan berkonstibusi positif untuk perubahan di sekitar.
Begitu pula dengan sangkaan dan tuduhan TN, pada yunior saya, SK yang disebut banyak teman, pandai merayu dan merebut hati Bos.
Saya tidak mau menilai negatif dan menghakimi orang lain, karena hal itu bukan domain saya. Jika SK lebih dipercaya dan diberi jabatan, karena ia lebih baik dan kompeten.
Bagi saya, diberi kesempatan kerja oleh Bos itu harus disyukuri. Apalagi suasana kerja yang kekeluargaan itu membuat saya nyaman. Jikapun nanti saya tidak bisa berkembang lebih maju, saya bisa pindah kerja yang memiliki prospek lebih baik.
“Hati orang siapa tahu, tapi rezeki seseorang itu Tuhan yang memberi dan menentukan.” Hal itu yang terjadi pada saya, ketika menjelang pulang, saya dipanggil ke ruangan Bos. Ternyata Bos sedang ada tamu yang tidak lain ‘Owner’, Bos Besar. Seketika itu dada saya berdebar keras.
Tidak berpanjang lebar atau basa basi, ketika Bos Besar menawari saya pindah kerja ke kota K untuk mengelola usahanya yang baru.
“Kau bicara dulu dengan istrimu. Lebih cepat lebih baik,” kata Bos Besar yang membuat mulut saya ternganga seperti mimpi.
Saya mengiyakan, mengucapkan banyak terima kasih, lalu saya ke luar dari ruangan Bos serasa tubuh ini melayang.
“Tuhan, jika semua ini kehendak-Mu, terjadilah.”
Saya tidak sabar untuk segera sampai di rumah, menceritakan kabar gembira itu pada istri dan anak-anakku.
…
Mas Redjo

