Mentari pagi biaskan cahaya
bangunkan insan dari pelukan malam
Satu hari baru lagi terjadi
melukis kisah menulis cerita realita
Antara fakta dan misteri
bagi dinamika ziarah manusia
Angin semilir membawa Srikandi Penjelajah
dari laut selatan ke Tugu Proklamasi
Aku sudah menantinya di bangku pelataran
Pagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau
Setelah meneguk kopi dan teh hangat
agenda hari ini pun disepakati
Srikandi Penjelajah mengajak berwisata
Minta diantar untuk mengunjungi Taman Suropati, Masjid Istiqlal, Kathedral, Istana Merdeka, Monumen Nasional, Tugu Lubang Buaya dan Taman Mini Indonesia.
Kami berwisata menggunakan sepeda motor
Saat hendak berangkat dari Tugu Proklamasi
Srikandi Penjelajah sempat berucap lirih
“Dahulu aku membaca di buku saat sekolah
Lalu sempat melihat di publikasi medsos
Namun belum pernah berkunjung ke semua tempat tersebut
Hari ini baru bisa berkunjung dan akan menjejakkan telapak rinduku meraih maknanya”
1.
Tugu Proklamasi NKRI
Suara pembacaan naskah Proklamasi
masih menggema dan menggelegar
meraih nurani jiwa segenap anak bangsa
Lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Terbukalah pintu gerbang kemerdekaan
Rindu damba perjuangan para pahlawan bangsa
yang korbankan jiwa raga dan harta
agar mengusir penjajahan asing
Tempat ini penuh makna sejarah
meskipun sempat terlantar kumuh
Ibarat sejarah diabaikan dilupakan
Sekarang sudah rapi tertata layak
tempat putra-putri Indonesia datang menimba semangat patriotik
Namun
banyak pejabat NKRI dan tokoh bangsa ini
belum atau tak peduli datang ke sini
karena sibuk dengan kepentingan kuasa
…
(bersambung)

